Washington (ANTARA News/AFP) - Para penumpang membekuk seorang tersangka teroris yang tengah berusaha menyalakan satu peledak di dalam pesawat, ketika pesawat tersebut mendarat di bandar udara Detroit, kata seorang saksi mata, Jumat.

"Ada seorang pemuda di belakang saya, kira-kira tiga atau empat kursi, dia membawa dan menjaga sesuatu yang semula diduga sesuatu yang bagus saja," kata Sayed Jafry, yang duduk selang tiga kursi di belakang tersangka.

"Tetapi mereka (penumpang) kemudian membekuknya di sisi depan dan mengisolasinya dari penumpang lain," kata Jafry kepada CNN.

"Saya tidak menyangka bahwa dia akan melakukan sesuatu. Lebih dari itu dia tampaknya hanya akan membuat keonaran ..., namun ternyata dia membuat kejutan."

Jafry mengatakan dia semula berpikir bahwa pemuda itu berusaha akan merokok, tetapi kemudian ternyata membuat insiden yang "lebih serius".

CNN dan stasiun-stasiun televisi lain, yang mengutip buletin federal, mengatakan bahwa pria tersebut mengatakan kepada para penyidik bahwa dia mendapatkan alat peledak tersebut di Yaman, bersama dengan instruksi kapan alat peledak itu digunakan.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17:00 waktu setempat di pesawat Northwest Airlines dengan nomor penerbangan 253.

Seorang wanita juru bicara perusahaan Northwest, Delta, mengatakan kepada AFP, pria itu berusaha untuk menyalakan apa yang tampaknya seperti kembang api.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Jumat, memerintahkan peningkatan keamanan penerbangan, setelah seorang pria dilaporkan berusaha mengebom sebuah pesawat terbang dari Amsterdam ke Detroit.

Penumpang tersebut naik pesawat Airbus 330 yang membawa 278 penumpang, setelah dia berusaha memantik sebuah alat peledak pada saat pesawat menyiapkan pendaratan di Detroit, kata seorang wanita juru bicara penerbangan kepada AFP.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009