Jakarta (ANTARA News) - Ducati Indonesia Racing Team dengan pembalapnya, Matteo Guerinoni, berhasil memenuhi ambisinya untuk menjadi yang terbaik di dua seri terakhir Kejuraan Nasional Superbike 2009.

"Kami bangga atas hasil yang diperoleh Matteo dengan memenuhi target awal pembentukan Ducati Indonesia Racing Team ini," kata Direktur Ducati Indonesia Racing Team, Agustus Sani Nugroho, dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Jakart, Kamis

Menurut dia, Ducati Indonesia Racing Team baru terbentuk Oktober lalu dan pihaknya hanya menargetkan dapat memenangi dua seri terakhir Kejurnas Superbike.

Dengan hasil ini Matteo telah berhasil membuktikan bahwa Ducati Superbike 1198S memang produk unggulan dari Ducati yang tangguh di arena balap.

"Tahun depan kami berjanji akan lebih serius mengikuti seluruh rangkaian seri Kejurnas Superbike,? kata Nugroho yang juga President Director PT Supermoto Indonesia, authorized dealer Ducati di Indonesia.

Di Seri keempat yang dilangsungkan Sabtu (19/12) sebelumnya, Matteo yang menunggang seri terbaru Ducati Superbike 1198S berhasil mencatat waktu tercepat 1:37.373 detik menggungguli Dyan Dilato dan Ari Yuwono.

Sementara di putaran terakhir yang dilangsungkan bersamaan dengan Indonesia Series of Motorsport (ISOM) hari Minggu (20/12) lalu, Matteo kembali menunjukan keperkasaannya dengan mencetak catatan waktu tercepat 1:37:430 detik mengalahkan Dyan Dilato dan Moasel Sahab.

Sejak start, Matteo melesat tidak terbendung oleh pembalap kelas Superbike lainnya, termasuk saingan terdekatnya, Ari Yuwono yang mengalami kendala mesin.

Hasil ini menempatkan Matteo sebagai Juara Umum Nasional kedua dengan mengantongi nilai 75, terpaut empat poin di bawah Ari Yuwono (79).

Tim balap Ducati yang didukung oleh SHC, Axioo, Mizzle, Shell Advance, Kemfood, dan Chick & Fun ini memang sengaja memilih Matteo sebagai pembalapnya karena pengalamannya sebagai Juara Nasional Superbike 2008.

Pembalap berdarah Italia ini mengaku puas dengan dua gelar yang diraihnya karena sepanjang tahun ini penampilannya terhadang beberapa kendala teknis termasuk cidera tangan kirinya yang cukup mengganggu.

"Motor ini masih settingan standar, dan saya masih terus beradaptasi dengan karakter Ducati Superbike 1198S. Terus terang saya masih harus terus berlatih untuk menaklukan motor ini karena torsinya yang sangat besar ditambah cidera di bagian jari kiri saya yang masih terasa. Sungguh perjuangan keras bisa menjadi juara dua seri berturut-turut," kata Matteo.

Dia yakin tahun depan bisa meraih waktu lebih cepat dari sekarang tentunya dengan beberapa modifikasi setting khususnya bagian suspensi.

Untuk musim kompetisi 2010, Agustus Sani Nugroho menyatakan, tim Ducati Indonesia akan terus melakukan riset agar motornya lebih kompetitif untuk mengejar target menjadi juara umum di Kejurnas Superbike 2010.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009