Pontianak (ANTARA News) - Perum LKBN ANTARA Biro Kalimantan Barat dan Bank Indonesia Cabang Pontianak akan menggelar seminar nasional tentang prediksi ekonomi 2010 serta peluang dan tantangan bagi Kalbar di Pontianak, Senin (21/12).

Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Kalbar Yuniardi Ferdinand di Pontianak, Minggu mengatakan, krisis ekonomi yang melanda secara global sepertinya mengalami tanda-tanda akan berakhir.

"Harga minyak mentah dunia membaik dan permintaan komoditi serta perdagangan antarnegara yang kembali bergairah menunjukkan kondisi itu," kata Yuniardi Ferdinand.

Namun, lanjut dia, meski menunjukkan tanda-tanda ekonomi mulai pulih bukan berarti faktor kewaspadaan berulangnya krisis diabaikan.

Ia menambahkan, sebagai bagian dari ekonomi global, pelaku usaha di Kalbar juga tidak boleh lengah. "Tetap membidik peluang dan memerhatikan potensi-potensi pelemahan ekonomi sebagai tantangan di tahun 2010," kata dia.

Pelaku usaha di Kalbar sudah merasakan dampak dari krisis global sepertinya anjloknya harga karet dan tandan buah segar sawit sebagai komoditi utama.

Memanfaatkan momentum HUT ke-72, Perum LKBN ANTARA Biro Kalbar mengajak Bank Indonesia Cabang Pontianak untuk memberi gambaran kepada pelaku ekonomi serta pengambil kebijakan mengenai prediksi ekonomi 2010.

Sebagai pembicara, Dirut Perum LKBN ANTARA Ahmad Mukhlis Yusuf, Kepala Biro Ekonomi dan Stabilitas Moneter BI Wimboh Santoso, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Faisal Basri dan Ketua Bappeda Kalbar Fathan A Rasyid.

Peserta seminar dari kalangan pemerintahan, legislatif, asosiasi, BUMN dan BUMD, media massa, akademisi serta organisasi masyarakat.

Seminar akan digelar di Kantor Gubernur Kalbar mulai pukul 09:00 WIB dan terbuka untuk umum.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009