Bandung (ANTARA News) - Pertemuan 20 jurnalis dari beragam media massa dari seluruh Indonesia, di Bandung, Jawa Barat, Kamis, menyepakati pembentukan Forum Nasional Jurnalis Peduli Keluarga Berencana (KB), kesehatan reproduksi (kespro), HIV/AIDS, dan kependudukan, yang diharapkan segera membentuk perwakilan di daerah-daerah.

Kesepakatan itu merupakan hasil akhir pelatihan bagi jurnalis yang dilaksanakan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Pusat, bekerja sama dengan Dana Pembangunan Kependudukan PBB (UNFPA), di Bandung, 15-17 Desember 2009.

Selain menyepakati pembentukan forum nasional berkedudukan di Jakarta, dibentuk tim kepengurusan untuk merintisnya, dengan komposisi Ketua Rahmayulis Saleh (Bisnis Indonesia Jakarta), Wakil Ketua: Heru Subroto (Koran Madina Jakarta) dan Budisantoso Budiman (LKBN ANTARA Sumsel), Sekretaris Yayat R Cipasang (Yes Klik,com), Wakil Sekretaris: Vera Aldila (Majalah Sharing Jakarta) dan Agnes (DAAI TV Jakarta).

Disepekati pula adanya koordinator wilayah (korwil) dari NTB, NTT, Kalbar, Jabar, NAD, Sumsel, dan beberapa daerah lainnya dengan mengikutsertakan Pengurus PKBI Pusat, UNFPA, dan PKBI daerah masing-masing.

Forum tersebut bertugas menyiapkan pembentukan jurnalis peduli KB, kespro, HIV/AIDS, dan kependudukan di seluruh Indonesia, untuk mendorong agar persoalan kesehatan, KB, HIV/AIDS dan penyakit infeksi menular seksual mendapatkan perhatian serta porsi pemberitaan secara memadai.

Selain sepakat membentuk forum, untuk kemudian menjadwalkan pertemuan rutin para jurnalis anggotanya, disepakati program bersama yang menjadi agenda nasional, regional dan lokal dalam mendorong advokasi peningkatan pembiayaan dan layanan kesehatan dalam anggaran pemerintah (APBN/APBD).

Direktur Pelaksana PKBI Pusat, Inne Silvianne, menegaskan bahwa media massa dan wartawan merupakan pemain kunci untuk mendukung peningkatan perhatian pemerintah terhadap isu kesehatan, kespro, IMS, HIV/AIDS, dan masalah kependudukan.

"Apalagi setelah otonomi daerah berjalan, lembaga yang semula gencar mengurusi program KB menjadi mengendur dan bergantung pemda masing-masing serta alokasi anggaran kesehatan yang masih minim," ujar Inne pula.

Keterlibatan media massa dan jurnalis yang memiliki pengetahuan memadai serta kesadaran atas permasalahan KB, kespro, dan kependudukan, dipastikan akan mendorong semua pihak bergerak bersama-sama menciptakan masyarakat Indonesia yang selalu hidup sehat dan sejahtera.

Pelatihan dengan jurnalis yang menjadi peserta terlebih dulu diseleksi oleh PKBI daerah masing-masing itu, memilih tema Orientasi Wartawan tentang KB, Kespro, dan Kependudukan, dengan menghadirkan narasumber kalangan akademisi, praktisi maupun pegiat PKBI Pusat, seperti Inne Silvianne MSc dan Dr Roy Tjiong (PKBI), Lilis Heri Miss Cicih MSi (UI), Maria Endah Hulupi (UNFPA), dan Slamet Riyadi (LP3Y Yogyakarta).

Peserta pelatihan angkatan ke-9 itu, juga berkesempatan melihat langsung ke perkampungan kumuh dan padat di Kota Bandung, serta mewawancarai warga yang menghadapi persoalan pemenuhan standar layanan kesehatan minimal, permukiman dan air bersih serta infrastruktur esensial kehidupan mereka lainnya.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009