Jakarta (ANTARA News) - Sekjen Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Zaini Shofari menyatakan, aksi massa untuk memperingati Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember adalah milik rakyat, bukan milik komunitas tertentu.

"Itu adalah milik semua masyarakat yang gandrung akan perubahan," tegasnya di Jakarta, Selasa.

Dia mengingatkan, gerakan yang terjadi di seluruh Indonesia itu tidak berhak diklaim oleh kalangan tertentu.

"Juga kami perlu tegaskan, pemerintah harus memberi kebebasan, termasuk mengajarkan komunikasi dengan empati tentang hal-hal yang berkembang menyongsong aksi tersebut, sehingga tidak menimbulkan persepsi bermacam-macam," katanya.

Zaini Shofari juga meminta pemerintah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar lebih bekerja keras untuk melaksanakan target agenda 100 harinya.

"Pemerintah seharusnya banyak bekerja, bukan bersikap seperti pengamat atau komentator yang banyak memberikan analisanya terutama mengenai aksi rakyat 9 Desember nanti," ujarnya.

Menurut dia, banyaknya analisis yang justru membuat situasi seolah diarahkan pada keadaan gawat.

"Biarkan saja rakyat yang menilai, jangan ada komentar dari kalangan Pemerintah," tandas Zaini Shofari. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009