Sukabumi (ANTARA News) - Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Sukabumi mengumpulkan uang koin untuk membantu Prita Mulyasari yang diharuskan membayar uang sebanyak Rp204 juta kepada RS Omni Internasional.

Walaupun dilakukan di dalam internal organisasi, namun aksi ini didukung para anggota HMI, kata Ketua Bidang Pembinaan Anggota HMI Sukabumi Perli Rizal, Senin.

Selain itu, uang koin yang sudah terkumpul cukup banyak, namun belum diketahui jumlahnya. Apabila uang koin tersebut sudah terkumpul banyak, pihaknya akan mengutus anggotanya untuk memberikan langsung kepada Prita.

Ia mengatakan rencana mengumpulkan uang koin sudah disusun lama. Namun, karena ada kegiatan lain, pihaknya baru melaksanakan di internal organisasi.

"Rencananya kami akan turun ke jalan untuk mencari masyarakat yang ingin membantu Prita," kata Perli.

Menurut dia, aksi yang dilakukan tersebut adalah wujud solidaritas kepada prita untuk menentang ketidakadilan bagi kaum lemah. Selain itu, aksi ini juga untuk mendukung Prita agar terbebas dari jeratan hukum yang dinilai tidak adil.

"Seharusnya pihak rumah sakit menarik tuntutannya, jangan sampai masyarakat turun ke jalan dan meminta rumah sakit tersebut ditutup," tegasnya.

Perli juga mengatakan pihaknya akan membahas rencana aksi turun ke jalan sebagai bentuk solideritas dan dukungan kepada Prita.

Ia juga meminta aparat penegak hukum bersikap adil dalam kasus kepada Prita, kenapa hanya Prita yang harus diadili, karena rumah sakit juga harus bertanggung jawab atas pelayanannya yang tidak maksimal.

"Kasus ini kami nilai tidak ada keberpihakan terhadap warga kecil, seharusnya aparat hukum jeli dalam melihat kasus ini jangan sampai masyarakat melakukan aksi mendukung Prita.

Menurut rencana uang koin yang sudah terkumpul akan disimpan dulu sampai bisa dikatakan cukup untuk memberi bantuan dan dukungan kepada Prita, katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009