Jakarta (ANTARA News) - Pertumbuhan industri selama tahun 2009 mengalami perlambatan, selain karena dampak krisis global juga karena penunjang yang tidak optimal.

"Sektor-sektor industri tertentu akan terkena dampak kalau penunjangnya seperti infrastruktur, pasokan gas, dan energinya, tidak optimal," kata Menperin MS Hidayat.

Menperin mengungkapkan hal itu usai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Selasa.

Menurut dia, perlambatan pertumbuhan industri tak boleh terjadi lagi pada tahun 2010 sehingga langkah-langkah antisipasi dan perbaikan harus dilakukan dari sekarang.

Pemerintah akan membahas secara paralel berbagai langkah untuk mengoptimalkan penunjang pertumbuhan industri, termasuk melalui program 100 hari.

"Berbagai faktor penunjang seperti pasokan energi, infrastruktur, dan peraturan perundangan nanti dipercepat termasuk aturan untuk pembebasan lahan. Nanti diputuskan Kamis," katanya.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pada kuartal III 2009 sebenarnya ada upaya untuk mengurangi dampak permintaan global yang melemah.

"Tapi itu memang tidak bisa sekaligus di offset, karena permintaan global yang turun tajam ditandai oleh ekspor yang negatif 19 persen, itu tidak bisa seluruhnya dikompensasi oleh permintaan domestik," kata Menkeu.

Karena itu, lanjutnya, memang tidak bisa dihindari adanya beberapa industri manufaktur yang sifatnya ekspor oriented, menunjukkan adanya indikator kontraksi (melemah).

Sementara itu Mendag Mari E Pangestu mengatakan, trend ekspor sebagai pendorong pertumbuhan industri, sampai akhir tahun ini menunjukkan arah yang membaik.

"Kontraksinya berkurang, walau masih sekitar minus 20 persen, tapi sudah turun kan. Karena awal tahun kita proyeksikan minus 30 persen. Sekarang kan posisinya total ekspor minus 25 persen, nonmigas minus 18 persen, diharapkan akhir tahun secara year on year minus 20 persen, dan nonmigas minus 15 persen," katanya.

Mengenai pertumbuhan ekspor pada 2010, Mari memperkirakan akan mencapai pertumbuhan positif sekitar lima persen.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009