Kendari (ANTARA News) - Puluhan aktivis lingkungan dari berbagai institusi, baik kalangan LSM maupun kelompok pencinta lingkungan menggelar dialog bersama dengan penyanyi yang juga aktivis lingkungan Ully Sigar Rusady dan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam.

Dialog tersebut berlangsung di Hotel Athaya, Kendari, Minggu malam.

Kegiatan yang digelar spontan itu memanfaatkan momentum kehadiran kakak penyanyi Paramitha Rusady ini yang akan menjadi pembicara tentang lingkungan dalam peringatan Hari Aksara Nasional tingkat Provinsi Sultra yang digelar di Kabupaten Wakatobi, Senin.

Gubernur Sultra dalam pemaparan awalnya menjelaskan tentang strategi pembangunan Sultra dalam kaitannya dengan isu lingkungan, seperti rencana pengubahan tata ruang wilayah Sultra.

"Lahan di Sultra masih terdapat sekitar 80 persen hutan yang terdiri atas hutan konservasi, lindung, dan produktif. Kita ingin mengubah komposisi melalui rencana tata ruang wilayah yang kita buat tanpa harus berlebihan," jelas Nur Alam.

Gubernur mengatakan, beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah Sultra adalah pemanfaatan lahan, baik itu yang masuk kelompok konservasi, lindung, maupun produktif.

Selama ini, banyak orang menyatakan bahwa kawasan lindung sama sekali tidak bisa digunakan sebagai lahan produktif padahal, banyak di antara kawasan lindung tersebut yang juga tidak lagi mampu berfungsi sebagai penyanggah lingkungan karena sudah rusak.

Wilayah-wilayah yang sudah gundul dan kini masih menjadi kawasan lindung sebaiknya diubah saja untuk dijadikan lahan produktif, katanya.

"Di sisi lain, tidak semua kawasan produktif bisa diolah karena sebagian memiliki kemiringan di atas 45 persen sehingga tidak cocok untuk dijadikan lahan produktif," papar Nur Alam.

Oleh karena itu, pihaknya telah mengajukan usulan rancangan tata ruang wilayah ke presiden yang akan menjadi panduan dalam pemanfaatan lahan di Sultra dan bakal mengubah tata ruang wilayah yang saat ini diberlakukan.

Sementara itu, Ully yang ditemani suaminya ke Kendari, banyak berbicara tentang kegiatannya dalam 30 tahun terakhir sebagai aktivis lingkungan dengan memutar sejumlah video singkat tentang aktivitasnya.

Saat ini, Ully menjadi Ketua Yayasan Garuda Nusantara yang menjadi salah satu LSM lingkungan di Indonesia dan telah memiliki cabang di 23 provinsi se-Indonesia.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009