Tokyo (ANTARA News) - PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku prinsipal Lexus di Indonesia, mendapatkan kuota dua unit mobil sport Lexus LFA untuk dipasarkan di tanah air pada akhir 2010.

Hal tersebut merupakan suatu penghargaan bagi para pecinta mobil mewah di Indonesia mengingat Lexus LFA diproduksi secara terbatas hanya 500 unit untuk seluruh dunia, kata Presiden Direktur PT TAM, Johnny Darmawan kepada pers saat berkunjung ke Lexus International Gallery Aoyama di Tokyo, kemarin.

Menurut Johnny Darmawan, pihaknya belum menentukan harga jual supercar dua pintu itu di Indonesia. "Terus terang harganya belum ditentukan tetapi ancer-ancernya sekitar Rp5 miliar," katanya.

Toyota Motor Corporation (TMC) Jepang, selaku produsen kendaraan mewah tersebut baru saja meluncurkan prototipe Lexus LFA di ajang Tokyo Motor Show (TMS) 2009. Produksinya sendiri baru akan dimulai pada Desember 2010 hingga Desember 2012.

Dengan mesin berkekuatan 4.800 cc, Lexus LFA mampu mengembangkan kecepatan maksimum 325 kilometer per jam. Mobil ini dapat melakukan akselerasi 0-100 km/jam hanya dalam waktu 3,7 detik.

Pemasaran Lexus LFA paling banyak akan dilakukan di Amerika Serikat (AS), di samping di Jepang sebagai pasar utamanya.

Johnny Darmawan mengatakan, selain Lexus LFA pihak TAM juga akan mulai memasarkan Lexus LS600h/LS600hL berteknologi hybrid di tanah air pada Januari 2010. Lexus LS600h/LS600hL merupakan versi hybrid pertama yang dipasarkan di Indonesia, katanya.

Menurut dia, Lexus hybrid tersebut merupakan pengembangan dari model LS460 yang sudah dipasarkan di Indonesia lebih dahulu. "Jadi LS600h maupun LS600hL (tipe besar) bentuknya sama dengan LS460. Hanya saja LS600h itu sudah menggunakan teknologi Hybrid yang memadukan penggunaan bahan bakar minyak dengan listrik," katanya.

Mengenai harga LS600h maupun LS600hL, Johnny menyebutkan, berada pada kisaran Rp2,7-Rp2,8 miliar. Meski harganya cukup mahal, ia optimis, pemasaran Lexus hybrid akan bagus. Pasalnya, peminat merek sedan luxury tersebut di Indonesia cukup banyak, ungkapnya.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009