Pacitan, (ANTARA News) - Acara doa bersama dan "daf`ul bala`" yang digelar masyarakat di Ponpes Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dilantik, Selasa, banyak menggunakan angka 9 yang identik dengan tanggal dan bulan kelahiran SBY.

Dalam acara itu, panitia tidak hanya menggelar dzikir bersama dengan masyarakat maupun tokoh masyarakat di Pacitan, tapi memberikan santunan yang ditunjukan pada 99 anak yatim dan 99 fakir miskin yang ada di sekitar Ponpes Termas maupun desa-desa di Kecamatan Arjosari.

"Panitia sengaja menggunakan angka spesial itu, karena identik dengan kelahiran pak SBY yang jatuh pada tanggal 9 bulan 9," kata ketua panitia doa bersama, Sujak Basuni.

Selain itu, kata Sujak, bilangan 99 juga mengacu pada bilangan "Asmaul Husna".

Mereka berharap, kombinasi bilangan keramat tersebut bisa sekaligus menjadi simbol doa untuk Presiden SBY, supaya diberi kekuatan dalam memimpin Bangsa Indonesia hingga lima tahun ke depan.

"Selain mengundang 99 anak yatim dan 99 warga fakir miskin, panitia juga mengundang 99 warga dari masyarakat umum di sekitar pesantren Tremas," katanya menambahkan.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 21.30 WIB (19/10)Senin malam itu sendiri, berjalan khidmat.

Diawali dengan sambutan dari panitia, acara langsung dilanjutkan dengan pembacaan dzikir serta doa untuk presiden SBY yang dipimpin langsung oleh pengasuh Ponpes Tremas, H. Thoyib Hasan.

Simbol yang tak kalah menarik dalam acara doa bersama dan "daf`ul bala`" itu adalah tempat kegiatan yang sengaja dipusatkan di Musala Ponpes Tremas yang notabene sebelumnya merupakan rumah di mana presiden SBY dulu dilahirkan.

"Rumah yang kini menjadi musala ini sangat bersejarah bagi Pak SBY. Ari-ari beliau bahkan masih tertanam di sini," kata Wiwid, warga Pacitan yang ikut kegiatan doa bersama.(*)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2009