Jakarta (ANTARA News) - Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Baharuddin Aritonang meluncurkan buku berjudul "Orang Batak Memandang BPK".

"Buku ini diharapkan dapat memberikan sumbangan manfaat dari BPK bagi bangsa dan negara," ujarnya dalam sambutan peluncuran buku di aula gedung BPK, di Jakarta, Kamis.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Direktur Utama LKBN ANTARA Ahmad Mukhlis Yusuf, Baharuddin menceritakan mengenai isi buku yang didasarkan pengalamannya menjadi anggota BPK.

"Buku ini berisi semua hal mengenai BPK dimulai dari asal mula BPK, dasar hukum BPK dalam konstitusi dan perbandingan seperti apa BPK di negara lain," ujarnya.

Kemudian diceritakan mengenai pemeriksaan yang telah dilakukan BPK selama ini, hasil pemeriksaan BPK, reformasi birokrasi mengenai internal BPK hingga pembelaannya dalam kasus aliran dana Bank Indonesia yang sempat menyeret namanya.

Dan dalam catatan akhir bukunya, Baharuddin berharap dengan kepempimpinan yang dapat memahami setiap persoalan dan berusaha menyelesaikan masalahnya, mudah-mudahan lembaga BPK dapat menjalankan perannya dengan baik.

Ia juga mengatakan penampilan diatas panggung untuk memberikan sambutan juga merupakan penampilan terakhirnya sebagai anggota BPK.

"Mungkin ini menjadi penampilan terakhir saya diatas panggung sebelum menyelesaikan masa bakti," ujarnya.

Anggota BPK yang akan mengakhiri masa jabatan pada 19 Oktober 2009 adalah Anwar Nasution (ketua), (almarhum) Abdullah Zaini, Imran, I Gusti Agung Rai, Hasan Bisri, Baharuddin Aritonang dan Udju Djuhaeri.

Mereka akan digantikan oleh tujuh anggota yang disahkan lewat sidang paripurna DPR yaitu Taufiequrachman Ruki, Hadi Poernomo, Hasan Bisri, Moermahadi Soeja Djanegara, TM Nurlif, Ali Masykur Musa dan Rizal Djalil.

Sedangkan Herman Widyananda dan Sapto Amal Damandari tetap menjabat sebagai anggota BPK karena baru dilantik pada 2007 sehingga jumlah anggota BPK menjadi sembilan orang.(*)

Oleh
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009