London (ANTARA News/AFP) - Pasar-pasar saham utama Eropa "rally" pada Senin waktu setempat, setelah raksasa elektronik Belanda Philips melaporkan pendapatan yang membesarkan hati dan Inggris mengungkapkan rencana untuk menjual besar-besaran aset negara untuk mengurangi utang.

Saham AS juga naik, dengan Dow Jones naik 0,43 persen dan Nasdaq naik 0,41 persen dalam perdagangan sore, pada awal minggu di mana hasil kunci ekonomi ditetapkan untuk mengukur sejauh mana pemulihan ekonomi AS.

"Ada kejutan kenaikan pendapatan mendorong pertumbuhan keuntungan ekuitas lebih lanjut," kata analis dari Barclays Capital bank di London.

Perusahaan investasi Charles Schwab & Co mengatakan bahwa laporan pendapatan akan "membantu Wall Street mendapatkan gagasan yang lebih baik tentang apakah pemulihan ekonomi akan terus berlanjut."

Di antara perusahaan blue-chip yang akan menerbitkan laporan hasil kuartal ketiga minggu ini adalah Intel, JPMorgan Chase, Citigroup, Goldman Sachs, Google, IBM, Bank of America, General Electric dan Johnson & Johnson.

Di London, indeks FTSE 100 dari saham-saham terkemuka ditutup naik 0,94 persen menjadi 5.210,17 poin, di Paris indeks CAC 40 naik 1,22 persen menjadi 3.845,80 poin dan indeks DAX di Frankfurt rally 1,25 persen menjadi berakhir pada 5.783,23 poin.

Indeks DJ Euro Stoxx 50 saham utama zona euro tumbuh 1,00 persen.

Philips membantu menaikkan saham, dengan raksasa elektronik itu melaporkan laba bersih tiga kali lipat menjadi 176 juta euro (260 juta dolar AS) pada kuartal ketiga 2009 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Konsensus para analis meperkirakan untuk kerugian bersih sebesar 45 juta euro.

"Langkah yang menentukan kami ambil pada akhir tahun 2008 untuk fokus pada manajemen biaya dan uang tunai semakin menjadi terlihat dalam kinerja kami," kata CEO (Chief Executive Officer) Philips

Gerard Kleisterlee.

"Saya tetap yakin bahwa Philips akan keluar dari resesi ini sebagai perusahaan kuat dan salah satu pemimpin di bidang kami," tambahnya.

Harga saham Philips melonjak 7,72 persen menjadi 18,35 euro pada indeks AEX Amsterdam, yang tumbuh 1,64 persen menjadi 320,71 poin.

Di tempat lain di Eropa, Madrid sedikit naik hanya 0,05 persen dan Brussels bangkit 0,48 persen, sedangkan Milan melonjak 1,56 persen dan Zurich melompat 1,37 persen.

Para pengamat mengatakan rally di papan bukannya dipimpin oleh

saham bank dan perusahaan-perusahaan pertambangan, seperti yang telah terjadi baru-baru ini.

Perusahaan asuransi Inggris Standar naik 2,32 persen menjadi 233,9 pence di London, pembuat mobil Perancis Renault melompat 4,21 persen menjadi 32,35 euro di Paris dan raksasa industri Jerman

Siemens naik 2,64 persen menjadi 66,45 euro di Frankfurt.

Rally datang karena Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengumumkan penjualan besar-besaran aset negara, termasuk kereta api berkecepatan tinggi, sebuah perusahaan taruhan dan jasa pinjaman mahasiswa, untuk memotong utang yang melambung akibat krisis ekonomi.

Brown, yang menghadapi Partai Buruh potensial pada pemilihan tahun depan tangan utama oposisi Konservatif, ingin membagi dua

defisit Inggris dalam empat tahun setelah menggelembung di tengah resesi yang mendalam.

Juga di London, saham Barclays turun 1,15 persen menjadi 372,65 pence setelah sebuah laporan mengatakan bank Inggris berencana untuk melakukan `spin off` aset kredit senilai empat miliar pound untuk membersihkan neracanya.

Barclays akan bergeser setara dengan 4,3 miliar euro atau 6,3 miliar dolar AS dari neraca keuangannya untuk meredakan kekhawatiran para pemegang saham tentang investasinya, Financial Times melaporkan, mengutip sumber anonim.

Bank menolak memberikan komentar mengenai laporan itu ketika ditanya oleh AFP.

Setiap spin-off akan menggemakan transaksi serupa yang dilakukan oleh Barclays bulan lalu dengan aset senilai 12,3 miliar poundsterling, sumber FT menambahkan.

Bereaksi terhadap laporan, pedagang ETX Capital Ladwa Manoj mengatakan "Barclays berencana untuk melepaskan dirinya dari empat miliar pounds potensi aset beracun yang akan disambut oleh pasar."(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009