Jakarta (ANTARA) - Pembuat truk Swedia, Scania akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 5.000 karyawan secara global, yang disebabkan penurunan pendapatan imbas COVID-19.

Kepala Eksekutif Scania, Henrik Henriksson dilansir Reuters pada Senin (1/6) mengatakan bahwa akan meninjau ribuan posisi manajemen di kantor pusatnya di Swedia, kemudian meninjau kembali posisi-posisi lainnya di jaringan global mereka.

"Penilaian kami adalah bahwa hal itu akan memakan waktu lama sebelum permintaan pasar mencapai tingkat yang sama seperti sebelum krisis. Oleh karena itu kami perlu menyesuaikan organisasi dengan situasi baru," kata Henriksson.

Ia mengatakan, peninjauan utamanya akan dilakukan pada lini industri yang terlalu "gemuk", atau terlalu banyak tenaga kerja.

Baca juga: Corona paksa Scania hentikan sementara produksi truk untuk Eropa

Baca juga: United Tractors hadirkan Scania NTG ramaikan pasar truk kelas berat

Baca juga: UT fokus garap kendaraan komersial

Baca juga: Truk yang ditabrakkan di Berlin mungkin telah dibajak

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020