Manado, 23/8 (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) minta pemerintah batasi pembangunan hotel di Kota Manado, Sulut, karena jumlahnya sudah cukup banyak.

"Kapasitas 2.000 kamar, sudah cukup untuk menunjang kegiatan pariwisata Sulut, makanya saatnya untuk batasi pembangunan hotel baru," kata Sekretaris PHRI Manado, Paultje Kaunang di Manado, Minggu.

Paultje mengemukakan, pelaksanaan "World Ocean Conference" (WOC) dan Sail Bunaken menjadi ujian terhadap kapasitas hotel di Sulut, dan ternyata daya tampung kamar masih cukup.

"Bila jumlah terlalu banyak, justru akan merugikan operasi hotel itu sendiri maka jumlahnya harus diupayakan seimbang dengan rencana pengembangan pariwisata," kata Paultje.

Penting dilakukan pemerintah daerah, kata Paultje, bagaimana supaya hotel yang ada saat ini tetap ada tamu, dengan demikian bisnis tetap bertahan.

"Pemerintah daerah harus gencar promosikan berbagai kegiatan yang dilakukan di daerah, dengan begitu maka tamu yang datang tetap banyak," ujarnya berharap.

Tingkat hunian hotel di Manado memang sudah meningkat sejak ada dua kegiatan berskala internasional, WOC dan International Sail Bunaken, tetapi pertumbuhannya masih terlalu kecil yakni hanya berkisar dua persen.

"Periode Januari hingga Agustus 2009, tingkat hunian hotel bintang hanya 50 persen, masih jauh dibandingkan angka wajar 65 persen," kata Paultje.

Angka yang paling diinginkan yakni di atas 75 persen, dan itu hanya tercapai dengan gencarkan promosi pariwisata dan batasi pembangunan hotel, sebab jumlah yang ada sekarang sudah cukup, tuturnya. (*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009