Jakarta (ANTARA) - Komunitas Trooper menyerukan untuk tidak mudik lebaran demi mencegah semakin tersebarnya virus corona baru, COVID-19.

"Kalau memaksakan mudik, takutnya malah susah di jalan karena bisa aja disuruh putar balik sama petugas. Jadi, lebih baik stay at home aja dulu, dan member juga menyambut baik imbauan ini," kata Bendahara Nasional dari Komunitas Trooper Indonesia, Rizen Panji Alfatdhan pada ANTARA di Jakarta pada Senin.

Rizen mengaku semua anggota Trooper Indonesia akan menaati peraturan pemerintah. Mereka semua menahan diri untuk tidak pulang ke kampung halaman pada saat sebelum atau sesudah lebaran nanti.

"Hampir semua member itu paham kok, mereka semua banyak yang menahan untuk enggak mudik supaya nggak tertular atau menulari virus," kata dia.

Untuk mengatasi kebosanan dan melepas rasa rindu dengan keluarga di kampung halaman, Rizen nantinya akan mengajak anak dan istrinya untuk sekedar berjalan-jalan untuk menghirup udara segar dan tetap berada dalam mobil miliknya.

"Selain itu, bisa juga jalan-jalan pas malam hari atau pagi hari setelah subuh buat ngilangin jenuh di rumah. Dengan catatan tetap di dalam mobil aja sembari nikmatin jalanan yang lengang," kata dia.
Para member yang tergabung dala Komunitas Trooper Indonesia saat melakukan pertemuan (Antara News/Istimewa)



Kebiasaan bersama komunitas yang biasanya dilakukan setiap tahunnya yakni kumpul bersama dengan anggota member lainnya juga dirasakan akan diulakukan secara virtual untuk menjaga kesehatan dan mematuhi peraturan pemerintah tentang pelarangan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

"Halal bihalal bisa diadakan pake virtual, tapi kalau terpaksa mau datang ya tetap ikuti aturan PSBB dengan jaga jarak, pakai masker, dan bawa hand sanitizer sendiri," kata dia.

"Kalaupun harus ketemu orang, sebisa mungkin pas sampai rumah semua pakaian diganti langsung dan segera mandi. Ditakutkan bawa virus ke rumah, makanya antisipasi langsung bersihkan diri," tambah dia.

Rizen dan anggota Trooper lain merasa lebaran tahun ini akan sangat berbeda.

"Biasanya itu sebelum lebaran kita biasanya ada kopdar buat buka puasa bersama sama santunan anak yatim. Tapi, tahun ini nggak ada kebetulan lagi pandemi begini ya hilang jadwalnya, jadi kangen aja sama acara-acara yang sangat baik itu," jelas dia.

Saat ini, kegiatan yang biasanya dilakukan selama bulan suci Ramadhan ini digantikan untuk merawat kendaraan mulai dari membersihkan hingga mengecek kondisi mobil yang menjadi lebih rutin dilakukan.

"Kegiatan selama Ramadhan dipake buat merawat mobil, ganti spare part yang rusak, ngecek kondisi mobil sendiri. sama paling jalan-jalan sembari manasin mobil setelah subuh. karena udara paginya benar-benar masih bagus dan segar buat dihirup," kata dia.


Baca juga: Komunitas Honda Mobil turun ke jalan bantu warga terdampak COVID-19

Baca juga: Komunitas Skywave kenalkan pentingnya masker di pasar tradisional

Baca juga: SCRC gandeng IOF bantu cegah penyebaran COVID-19

Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2020