Mataram (ANTARA News) - Manajemen PT Daerah Maju Bersaing (DMB) dan PT Multicapital menargetkan proses divestasi 10 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang menjadi hak daerah, rampung sebelum 17 Agustus 2009.

"Maksudnya agar hal itu menjadi hadiah bagi Pemerintah NTB saat perayaan HUT Kemerdekaan RI," kata Direktur Utama (Dirut) PT DMB Andy Hadianto kepada wartawan di Mataram, Selasa.

PT DMB merupakan perusahaan bersama tiga pemerintah daerah di NTB, sementara PT Multicapital merupakan anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

DMB dan Multicapital sudah menandatangani mekanisme pengelolaan 10 persen saham PT NNT sebesar 391 juta dolar AS atau setara dengan Rp4,1 triliun lebih, yang menjadi hak pemerintah daerah sesuai keputusan perundingan arbitrase, 31 Maret lalu.

Kesepakatan itu dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) kemudian ditandatangani Dirut PT DMB, Andy Hadianto dan Dirut PT Multicapital, D.A. Didik Cahyanto.

Nota kesepahaman itu juga mengatur pembagian dana bagi hasil (deviden) dan Pemerintah NTB akan mendapatkan deviden minimal empat juta dolar AS atau sekitar Rp40 miliar lebih setiap tahun.

Nilai deviden Rp40 miliar itu akan dibagikan kepada tiga pemerintah daerah masing-masing 40 persen untuk Pemprov NTB dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan 20 persen untuk Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Hadiyanto yang masih menjabat Kabag Humas Setda NTB itu mengatakan, sambil menunggu proses pengisian komposisi direksi dan komisaris perusahaan patungan PT MDM itu, manajemen PT DMB dan Multicapital dibolehkan berkoordinasi dengan manajemen PT NNT.

Upaya koordinasi itu merupakan bagian dari percepatan proses divestasi 10 persen saham PT NNT itu meskipun jangka waktunya masih sampai akhir September 2009.

Selain itu, koordinasi dengan pihak PT NNT itu diperlukan karena manajemen PT NNT telah meminta Pemerintah NTB beserta investor mitranya untuk segera membeli 10 persen saham itu.

"Newmont sudah minta pembelian 10 persen saham itu segera direalisasi sehingga kami (DMB dan Multicapital) sepakat untuk menargetkan perampungan proses divestasi itu paling lambat 16 Agustus agar diumumkan ke publik saat peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2009," ujarnya. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009