Bandung, 19/7 (ANTARA) - Para pengguna jalan raya Nagreg sulit untuk menghindari kemacetan dari kawasan itu pada setiap akhir pekan.

"Khususnya hari libur, sulit cara untuk bebas dari kemacetan di Nagreg, dan terkadang kemacetan terjadi sejak pagi hari," kata Nunu (34) warga Pamucatan Nagreg, Minggu.

Ia menyebutkan, kemacetan Nagreg di akhir pekan itu mulai parah rata-rata sekitar pukul 15.00 WIB, khususnya kendaraan dari arah timur atau arus balik menuju Bandung.

Sedangkan kepadatan dari arah barat biasanya terjadi pada pagi hari.

"Bila sudah sore, warga di sini menghindari bepergian melewat tanjakan Nagreg. Kalau terpaksa lebih baik pake sepeda motor saja," kata Nunu.

Hari-hari biasa dari Senin hingga Jumat arus lalu lintas di jalur itu normal, jarang terjadi kemacetan, meski volume kendaraan selalu meningkat pada setiap sore hari. Namun tidak terlalu signifikan.

"Meski macet setiap akhir pekan, namun jelas jalur Lingkar Nagreg harus segera diselesaikan. Sulit menghindarkan kemacetan di akhir pekan kecuali dengan jalur baru itu," kata Maman (40) pengemudi elf yang mengaku menjadi langganan terjebak kemacetan Nagreg.

Menurut Maman, masyarakat pengguna jalan rata-rata kembali ke daerah asalnya sore menjelang malam hari dengan harapan jalanan sepi.

"Namun semuanya memburu waktu itu, sehingga terjadi tumpukkan kendaraan di Nagreg yang memang punya beberapa titik hambatan dan kemacetan," katanya.

Bagi angkutan umum sendiri, sulit untuk menghindari jam sibuk itu karena biasanya jam-jam banyak penumpang dari Ciamis atau Tasikmalaya itu sekitar pukul 12.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB sehingga sulit menghindari kemacetan di Nagreg.

"Jalur alternatif Cijapati hanya bisa digunakan oleh kendaraan dari Garut, itupun tidak dipake kendaraan umum. Pokoknya kami berharap lingkar Nagreg segera diselesaikan oleh pemerintah," katanya.

Sementara itu proses pembangunan jalan Lingkar Nagreg hingga saat ini terkendala pembebasan lahan. Jalur tembus itu sendiri sudah terbangun sebagian yakni ruas jalan Cikaledong sejauh satu kilometer dan jalur dari Pamucatan sepanjang 1,6 kilometer.

Sedangkan sisanya sekitar empat kilometer belum tergarap. Selain itu, pembangunan fly over Pamucatan juga belum dimulai.

Sehingga dengan kondisi seperti itu, kemungkinan kemacetan parah masih akan terjadi pada arus mudik/ balik Lebaran 1430 H, pertengahan September 2009 mendatang.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009