Ilustrasi pengemudi tengah membersihkan kabin mobil Bluebird. (ANTARA/HO Bluebird)


2. Bersihkan mobil luar-dalam

Meski ditinggal di dalam rumah, mobil tetap bisa kotor oleh debu atau air hujan. Oleh sebab itu, Anda bisa mencucinya minimal seminggu sekali.

Tidak hanya luar, bagian dalam juga harus dibersihkan. Manfaatkan vacuum cleaner untuk membersihkan debu, terutama bagian kolong kabin.

Keluarkan karpet dan cuci hingga bersih. Bisa juga melapisi cat mobil dengan wax untuk menjaga kondisi cat dan melindungi dari risiko kerusakan akibat terpaan sinar matahari, air hujan, dan baret.

3. Waspada hewan liar

Mobil yang didiamkan dalam jangka waktu lama menjadi lembab, dan menjadi lokasi yang pas untuk tempat tinggal binatang liar di sekitar rumah seperti tikus, kecoa, dan semut.

Binatang pengerat seperti tikus sanggup menggigit kabel dan merusak sistem kelistrikan, sementara kecoa dan semut mengakibatkan kabin kotor dan rusak karena mampu menyelinap masuk ke dalam dan berkembang biak.

Upaya pencegahan yang paling mudah adalah dengan meletakkan bahan pengusir binatang tersebut di luar mobil.

4. Keluarkan barang pribadi

Sambil mencuci mobil, lakukan inspeksi ke dalam kabin mobil. Keluarkan makanan dan minuman yang tertinggal karena akan menimbulkan bau dan mengundang binatang liar.

Keluarkan pula barang pribadi seperti kartu E-Toll, kacamata, pemantik api, dan barang berharga lainnya untuk menghindari dari risiko tidak terduga seperti kebakaran.

Baca juga: Agar tikus dan serangga tak bersarang di mobil, lakukan ini saat WFH

Baca juga: Amankah membersihkan dashboard mobil dengan alkohol?
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2020