Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 30 persen dari nilai ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia tahun 2008 ke sejumlah negara di dunia berasal dari industri usaha kecil dan menengah (UKM).

"Dari nilai ekspor makanan dan minuman olahan sebesar 2,997 miliar dolar AS, hampir sepertiganya diproduksi oleh UKM," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, nilai produksi makanan dan minuman dari UKM di seluruh Indonesia pada tahun itu mencapai 726 juta dolar AS.

Ia memprediksi, nilai ekspor itu pada tahun 2009 mencapai 2,5 miliar AS atau lebih rendah dibandingkan tahun 2008.

"Pada Januari-Maret ekspor makanan dan minuman mengalami penurunan hingga beberapa persen," katanya.

Penurunan ekspor juga katanya diperkirakan bertambah mengingat adanya kebijakan baru Pemerintah China yang memberlakukan uji laboratorium terhadap barang impor makanan dan minuman olahan.

Uji lab terkait bakteri terhadap barang impor makanan dan minuman olahan itu menurutnya telah bertentangan dengan aturan internasional.

Ia menyebutkan, jumlah UKM bergerak dibidang makanan dan minuman olahan di seluruh Indonesia sekitar satu juta lebih industri. Sementara untuk menengah dan besar sekitar 6.000 hingga 6.500 industri.

Dari jumlah itu sedikitnya ada 10.000 industri yang berbasis ekspor. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009