New York (ANTARA News) - Saham-saham AS di Wall Street "rally" (kenaikan panjang) pada Kamis waktu setempat, karena pasar menyambut baik keputusan KTT G-20 tentang krisis dan perubahan aturan akuntansi AS yang dapat mengurangi tekanan finansial pada bank-bank, kata para dealer.

AFP melaporkan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 216,48 poin, atau 2,79 persen, menjadi ditutup pada 7.978,08 setelah memecahkan batas psikologis 8.000 untuk pertama kalinya sejak 13 Februari, karena pasar rally untuk kali ketiga hari berturut-turut.

Indeks komposit saham teknologi dominan Nasdaq bertambah 51,03 poin, atau 3,29 persen, menjadi 1.602,63 sementara indeks Standard & Poor`s 500 meningkat 23,30 poin, atau 2,87 persen, menjadi 834,38.

"Terlihat bahwa kegairahan (bullish) telah muncul lagi seolah terkendali di Wall Street, dengan harapan potensi paling bawah dari pasar lesu (bear market) telah tercapai," kata Joseph Hargett dari Schaeffer`s Investment Research.

Dow telah meningkat lebih dari empat persen pada pertengahan perdagangan, sebelum beberapa investor mengambil untung sebelum bel penutupan.

Pasar naik sejak bel pembukaan, memperoleh dukungan dari keputusan yang dibuat pada KTT G-20 negara-negara maju dan berkembang di London, kata kepala strategi pasar Wachovia Securities, Al Goldman.

Para pemimpin G-20 pada Kamis, menyepakti sebuah paket penyelamatan ekonomi besar, termasuk ratusan miliar dolar AS untuk IMF (Dana Moneter Internasional), tindakan keras pada tempat bebas pajak dan sebuah janji untuk membelanjakan lima triliun dolar AS pada ekonomi dunia hingga akhir 2010, kata Perdana Menteri Inggris Gordon Brown.

Pasar juga dipicu sebuah keputusan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standards Board) independen yang memberikan fleksibilitas besar kepada perusahaan-perusahaan AS ketika melakukan penilaian aset-aset dan melaporkan kerugian mereka.

Hal itu memberikan kesempatan kepada bank-bank ruang untuk bernapas pada kerugian dari sektor perumahan yang hancur, melalui perubahan aturan yang telah mewajibkan kerugian dibukukan segera.

Standar baru itu "mungkin untuk membantu bank mencegah penurunan nilai aset bank yang masif dari aset-aset tidak likuid," kata para analis Briefing.com dalam catatan kepada para nasabahnya.

Data ekonomi baru pada Kamis, terus memberikan sinyal beragam di tengah resesi berkepanjangan, namun para analis mengatakan di sana ada harapan bahwa situasi buruk akan berakhir.

Data pemerintah menunjukkan klaim awal untui manfaat (asuransi) pengangguran naik menjadi 669.000 dalam pekan yang berakhir 28 Maret, meningkat 1,8 persen dari pekan sebelumnya dan level tertinggi sejak awal Oktober 1982.

Tetapi, pesanan baru untuk barang manufaktur naik pada Februari, setelah enam bulan berturut-turut turun di tengah sebuah sinyal baru bahwa aktivitas industri kemungkn telah mencapai posisi terbawahnya.

Pesanan meningkat 6,1 miliar dolar AS atau 1,8 persen menjadi 352,2 miliar dolar AS menyusul penurunan tajam 3,5 persen pada Januari, kata departemen perdagangan.

Para analis telah memperkirakan naik 1,4 persen.

"Kegairahan terus berlari kencang di tengah optimisme ekonomi kemungkinan telah berada di jalan menuju pemulihan," kata para analis dari Charles Schwab & Co.

Saham perbankan memimpin kenaikan. Bank of America naik 2,70 persen menjadi 7,24 dolar AS, Citigroup naik 2,24 persen menjadi 2,74 dolar AS dan Wells Fargo naik 5,87 persen menjadi 15,33 dolar AS.

Di sektor industri, Alcoa naik 7,63 persen menjadi 8,18 dolar AS dan raksasa kimia DuPont, naik 7,64 persen menjadi 25,23 dolar AS.

Perusahaan otomotif Ford naik 6,20 persen menjadi 2,91 dolar AS, General Motors naik 8,29 persen menjadi 2,09 dolar AS karena data penjualannya menunjukkan telah mencapai posisi terendahnya pada Maret.

Sementara obligasi turun. Imbal hasil (yield) obligasi negara berjangka 10-tahun naik menjadi 2,752 persen dari 2,658 persen pada Rabu, dan pada obligasi negara berjangka 30-tahun naik menjadi 3,577 persen dari 3,494 persen. Harga dan yield obligasi bergerak dengan arah berlawanan.(*)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009