Semarang (ANTARA News) - Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Kota Semarang melaporkan sekitar 20.000 rumah warga Kota Semarang terendam banjir hingga Senin (9/2).

Kepala Satkorlak PBA Kota Semarang Prasetijo, di Semarang, Senin, mengatakan banjir yang menggenangi Kota Semarang semakin meluas seiring dengan kondisi hujan yang terus mengguyur Kota Semarang.

Ia mengatakan, genangan air memang terus bertambah, misalnya di Wonosari, Ngaliyan juga dilanda banjir karena kiriman air hujan dari daerah atas.

Curah hujan yang masih tinggi, katanya, menyebabkan genangan air masih melanda sebagian besar warga Kota Semarang. "Hujan terus saja turun, sehingga genangan makin tinggi," katanya.

Ia menyebutkan, jika sebelumnya banjir melanda di sebanyak sembilan kecamatan, sekarang bertambah menjadi 10 kecamatan.

Berdasarkan pantuan, genangan air yang cukup parah antara lain terjadi di Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk. Di Jalan Padi Raya, aktivitas warga di daerah itu lumpuh total.

Ketua RW XI Kelurahan Gebangsari, Wiryono mengatakan hampir semua warga di wilayahnya tidak bisa beraktifitas seperti biasanya karena semua rumah terendam air. "Di sini ada sebanyak 140 kepala keluarga dan semuanya terendam air," katanya.

Meskipun rumah warga terendam, sebagian besar warga memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Banjir yang melanda wilayah ini karena luapan Sungai Tenggang.

Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip yang terjun langsung ke wilayah Gebangsari meminta maaf kepada masyarakat karena belum bisa mengatasi persoalan banjir.

Ia mengakui, untuk daerah Gebangsari, Muktiharjo Lor, dan Muktiharjo Kidul penyebab utama banjir adalah luapan Sungai Tenggang. Maka itu normalisasi Kali Tenggang akan menjadi prioritas dalam penanganan banjir di daerah tersebut.

"Ada tiga sungai yang akan diperbaiki, yaitu Sungai Tenggang, Sungai Babon, dan Sungai Sringin," katanya. Ketiga sungai itu yang selama ini menjadi penyebab banjir di Kecamatan Genuk, Pedurungan, Gayamsari, dan Semarang Timur.

Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Mahfudz Ali juga meninjau Muktiharjo Lor dan Muktiharjo Kidul yang banjirnya juga tergolong parah.

Begitu juga dengan dapur umum yang diharapkan didirikan di setiap tempat yang aman dari banjir. "Dirikan dapur umum, buat nasi bungkus dibagikan ke warga, ini nanti ditanggung pemkot," katanya.(*)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009