Jakarta (ANTARA) - Produsen mobil Italia, Fiat Chrysler Automobiles, mengambil langkah tegas dengan membatasi kunjungan pabrik untuk mencegah adanya virus corona yang sudah mulai menyebar di Italia dengan catatan kasus lebih dari 220 orang.

Ketua FCA dalam sepucuk surat kepada pemasok dan pengunjung mengungkapkan bahwa FCA akan membatasi akses ke semua fasilitas di Eropa untuk orang-orang yang telah berada di salah satu dari 13 kota di Italia yang terkena dampak corona.

Baca juga: Hadir di tengah wabah corona, Chevrolet Menlo bakal saingi Tesla

Baca juga: Toyota nilai komponen lokal antisipasi keterlambatan pasokan China


"FCA juga melarang kunjungan dari semua orang yang telah berada di China atau negara Asia lainnya dalam 15 hari terakhir, serta orang-orang yang telah melakukan kontak langsung atau tidak langsung dengan individu yang berpotensi terinfeksi," ungkap Ketua FCA yang dikutip dari CarsCoops, Selasa.

Kendati demikian, fasilitas pembuat mobil yang berada di Turin, Italia itu masih berjalan dengan normal, meski terdapat tiga kasus virus corona di pusat wilayah Piedmont.

Untuk saat ini, Italia adalah negara yang paling terpengaruh di Eropa oleh virus corona. Tercatat setidaknya enam kasus kematian akibat wabah itu, dan pemerintah telah menutup daerah-daerah yang paling parah di bagian utara negara ini. FCA tidak memiliki situs di area yang terkena dampak isolasi.

Perusahaan desain dan teknik Italdesign-Giugiaro yang terkenal juga telah menutup dua fasilitasnya di Turin, menyusul seorang karyawan yang dites positif terkena virus. Perusahaan milik VW itu saat ini tengah bekerja untuk mengidentifikasi orang-orang yang melakukan kontak dengan karyawan tersebut.

Baca juga: KBRI di Roma minta WNI di Italia waspada

Baca juga: Syuting "Mission Impossible: 7" ditunda karena virus corona

Baca juga: Gara-gara virus corona, Giorgio Armani gelar pertunjukan daring

Pewarta: KR-CHA
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2020