Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan anak adalah aset bangsa yang tidak bisa dianggap sepele dan harus dilindungi karena menghadapi persoalan yang semakin luar biasa.

"Ada anak yang menjadi korban kekerasan, kadang pelakunya adalah orang terdekatnya. Ada anak yang terlibat kejahatan, terlibat narkoba. Belum lagi dampak buruk media sosial," kata Yandri saat memberikan sambutan dalam penutupan Jambore Nasional Kader Masyarakat Indonesia Bersama Lindungi Anak (Kami Berlian) di Ancol, Jakarta, Rabu malam.

Kepada para pegiat Pelindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang mengikuti Jambore Nasional Kami Berlian, Yandri berpesan jangan pernah menyerah dalam melindungi anak-anak Indonesia.

Baca juga: KPPPA kukuhkan Kami Berlian dan luncurkan aplikasi digital

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia, sekaligus merupakan generasi mendatang.

"Saya sebagai Ketua Komisi VIII DPR, tetap optimis anak-anak Indonesia akan terlindungi," ujarnya.

Dalam penutupan Jambore Nasional tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak juga mengukuhkan para pegiat PATBM sebagai kader Kami Berlian dan meluncurkan aplikasi digital sebagai alat kerja mereka.

Baca juga: KPPPA adakan Jambore Nasional Perlindungan Anak

Yandri mengatakan peluncuran aplikasi digital Kami Berlian merupakan kemajuan yang luar biasa. Dia berharap aplikasi tersebut bisa membantu para kader Kami Berlian dalam melindungi anak.

"Kepedulian bapak dan ibu tidak mungkin bisa dinilai dengan uang. Anak adalah tanggung jawab kita. Masa depan bangsa ini," ujarnya.

Baca juga: KPPPA-DP3A maksimalkan PATBM akhiri kekerasan terhadap anak di Sulteng

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Masnun
Copyright © ANTARA 2019