Cilacap (ANTARA News) - Pertamina Unit Pengolahan (UP) IV pada tahun ini akan membangun Kilang RCC (Residual Catalystic Cracking) yang memproses residu yang ada di Kilang Cilacap untuk diurai menjadi premium beroktan tinggi, elpiji, dan beberapa produk lainnya. "Kilang RCC rencananya akan dibangun pada 2008 di kompleks Kilang Cilacap dan diharapkan selesai 2012," kata General Manager Pertamina UP IV Cilacap, Krisna Damayanto, setelah Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Pers di Cilacap, Jumat malam. Ia mengatakan, pembangunan Kilang RCC bekerja sama dengan Mitsui Jepang sebagai penyandang dana sekaligus pencari kontraktor pelaksana. "Diharapkan dalam dua bulan ini sudah ada kontraktor yang membangun ini (kilang RCC)," katanya. Menurut dia, pembangunan Kilang RCC itu diperkirakan membutuhkan tenaga kerja antara 1.500 hingga 3.500 orang, sedangkan untuk pelaksanaan produksi membutuhkan tenaga kerja sebanyak 247 orang. "Dengan adanya Kilang RCC, produksi elpiji Pertamina UP IV yang semula 500 ton per hari menjadi sekitar 1.500 ton per hari dan premium yang semula sekitar 60 ribu barrel per hari menjadi sekitar 100 ribu barrel per hari," katanya. Disinggung mengenai nilai investasi pembangunan kilang, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti. "Kalau nilai investasinya, saya tidak begitu hafal tetapi sekitar 1,5 miliar dolar Amerika," katanya. Dalam pendanaan tersebut, kata dia, investasi Pertamina hanya berkisar 25-30 persen dan sisanya dari Mitsui serta sebagian kecil dari perbankan. Dengan demikian, lanjutnya, pembagian hasilnya untuk Pertamina sekitar 30 persen sedangkan Mitsui mencapai 70 persen. Terkait dengan hasil produksi Pertamina UP IV dengan adanya Kilang RCC, dia mengatakan, kelak tidak hanya memasok 30 persen kebutuhan nasional tetapi bisa mencapai 40-45 persen meski kapasitas kilang tetap 300 ribu barrel. "Dalam hal ini perlu saya sampaikan bahwa di sini mendirikan perusahaan gabungan antara Mitsui dengan Pertamina, itu namanya nanti ada Pertamit (Pertamina-Mitsui)," katanya. Ia menambahkan perusahaan tersebut akan beroperasi sendiri dan seluruh hasil produksinya dibeli Pertamina.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2008