Detroit, (ANTARA News) - Ford Motor Co. mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 300 pekerjanya di pabrik pemroduksi mesin Romeo dekat Detroit karena turunnya permintaan untuk mesin V-8, kata seorang juru bicaranya, Senin (Selasa WIB). PHK itu mulai Senin dan akan berlanjut tanpa waktu yang ditentukan, kata Angie Kozleski, juru bicara Ford Motor Co. Dikatakannya, para pekerjanya telah diberitahu tentang PHK itu beberapa pekan lalu. Pabrik otomotifnya itu mempekerjakan 1.075 orang, termasuk 950 pekerja manufakturnya paruh waktu. Pabrik dekat Detroit itu membuat mesin V-8 ukuran 4,6 liter dan 5,4 liter untuk truk dan sedan besar. Ford telah merasakan adanya penurunan penjualan 18 persen untuk jenis kendaraan truk dan jenis sport (SUV) dalam tujuh bulan pertama tahun ini karena konsumen beralih ke kendaraan lebih kecil dengan mesin silinder-empat yang lebih efisien bahan bakar minyaknya. "Kami terus berupaya kapasitas yang ada sesuai dengan permintaan, kalau tidak akan berdampak pada produksi pabrik," kata Kozleski. Kozleski mengatakan pabrik mesin Romeo adalah salah satu di antara pabrik yang pekerjanya ditawari berhenti kerja. Ford telah menawari pemberhentian kerja ke pada para pekerjanya di pabrik-pabrik yang ditarget sejak Juni setelah gagal memenuhi sasaran untuk mengurangi 8.000 pekerja paruh waktunya pada tahap awalnya.(*)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2008