Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Eksekutif Volkswagen (VW) Herbert Diess meyakini pergeseran produksi mobil konvensional ke era kendaraan listrik tidak akan mengurangi pendapatan perusahaan.

"Kami tidak mengharapkan penurunan margin. Keuntungan kami adalah semua merek di bawah naungan kami punya platform yang sama pada produk listrik dan baterai, yang sama-sama kami beli di China," kata Diess kepada surat kabar Italia, La Repubblica, dilansir Reuters, Senin (14/10).

Diess mengatakan, grup raksasa otomotif Jerman yang menaungi banyak merek itu sudah menargetkan penjualan 20 ribu unit Audi e-Tron pada 2019.

Baca juga: Boeing gandeng VW dan Porsche produksi kendaraan terbang

Ia juga mengklaim bahwa Porsche, yang juga di bawah naungan VW, telah menjual habis model Taycan edisi pertama.

Sedangkan pesanan untuk mobil listrik VW ID3 yang baru diluncurkan pada tahun ini, sudah masuk dapur produksi untuk dikerjakan hingga pertengahan 2020, kata Diess.

Pada pameran mobil Frankfurt September, pembuat mobil Jerman itu memajang berbagai jenis kendaraan sport utility vehicle (SUV) berpenggerak listrik guna menjawab kritik atas mobil bermesin besar yang boros bensin.

Baca juga: VW Passat dan Skoda bakal lahir dari pabrik baru di Turki

Diess juga prihatin atas perang dagang Amerika Serikat dan China, yang menyebabkan penurunan penjualan Volkswagen di Negara Tirai Bambu itu.

Kendati demikian, dia menyatakan akan tetap serius menggarap pasar China sebagai pasar otomotif terbesar di dunia.

Baca juga: VW bidik efisiensi ketimbang bangun "kerajaan otomotif"

Pewarta: A069
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2019