Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Lutfi, mengatakan siap menerima kedatangan investor mobil murah "Tata Nano" asal India. "India memang berniat membuat Indonesia sebagai sumber pasokannya, kita sudah lihat komitmen TVS dan Bajaj, kalau Tata ke sini kita sudah siap," kata Lutfi di Jakarta, Senin. Menurut dia, jika Tata mengajukan permohonan izin investasi tahun ini, maka bisa diperkirakan realisasi pembangunan pabrik mobil yang dijual dengan harga 2.500 dolar AS (sekitar Rp24 juta) itu dapat mulai terlihat tahun depan. "Kalau kita lihat TVA, mereka datang Mei 2007, minta izin November dan realisasi membangun pabriknya November 2007, jadi Tata mungkin tahun depan," ujarnya. Sebelumnya, Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengungkapkan pembicaraannya dengan Duta Besar India yang menanyakan kemungkinan investasi pabrik Tata Nano di Indonesia. (*)

Pewarta:
Copyright © ANTARA 2008