Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi kelistrikan dan otomatisasi PT ABB Sakti Industri (ABB Indonesia) menyatakan dukungannya atas kebijakan pemerintah dalam percepatan program kendaraaan listrik berbasis baterai di Indonesia.

Direktur ABB Indonesia, Dodon Ramlie mengatakan bahwa ABB menghadirkan stasiun pengisian daya listrik untuk kendaraan yang kini sudah terpasang di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Serpong, Tangerang, Banten.

"Kami sudah hadir dilebih dari 68 negara dengan memiliki 80.000 charging station yang salah satunya sudah ada di Indonesia yang ada di Serpong, Tangerang," ungkap Dodon Ramlie di Balai Kartini, Jakarta, Kamis.

Baca juga: ABB: Indonesia bisa menjadi pusat energi terbarukan

Menurutnya, sejak diperkenalkan pada 2010 hingga saat ini kendaraan listrik yang sudah beroperasi di seluruh dunia mencapai 6 juta kendaraan.

"Setiap tahun penjualan kendaraan listrik semakin meningkat, hampir saat ini sudah ada enam juta yang sudah jalan. Atas dasar itu kami siap memberikan solusi terbaik agar (mobil listrik) bisa berjalan dengan nyaman dengan pengisian yang lebih cepat," kata Dodon.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagai perusahaan teknologi yang memproduski alat charging, juga akan mengajak pihak swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bekerja sama.

"Kami juga akan riset kebutuhan ini bersama dengan pihak yang terkait, karena semakin lama kebutuhan daya ini semakin besar. Sampai saat ini kami memiliki teknologi yang sudah memenuhi standar internasional," jelasnya.

Alat-alat yang diproduksi oleh ABB Indonesia masih diimpor dari pusatnya di Italia. Mereka masih menunggu aturan pemerintah terkait standarisasi sebelum menggelar riset dan pengembangan di nusantara.

"Standarisasi itu penting agar adanya keseragaman dalam hal plug dari charging itu sendiri, agar tidak semua produsen sembarangan menciptakan plug yang berbeda," tutupnya.

Baca juga: ABB perkenalkan robot YuMi di Indonesia

Baca juga: ABB resmikan pabrik AIS tegangan menengah

Pewarta: KR-CHA
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2019