Washington (ANTARA News) - Bank Dunia dan Standard Chartered Bank (SCB) bersinergi untuk meluncurkan skema pembiayaan mikro bagi debitur miskin di Afrika dan Asia Standard Chartered, bank komersial yang berbasis di Inggris, sebelumnya telah banyak menyalurkan pembiayaan mikro, sehingga inisiatif dengan Bank Dunia akan mendorong pembiayaan yang telah ada. "Transaksi ini akan membuka pendanaan bagi sektor mikro. Kami percaya pembukaan akses yang lebih luas pada pembiayaan menjadi kunci untuk memangkas kemiskinan dan menjadi katalisator pembangunan sosial dan ekonomi," kata CEO SCB, Peter Sands, seperi dilaporkan AFP. Dalam perjanjian pembiayaan dengan SCB itu, Bank Dunia akan menginvestasikan sekitar 45 juta dolar AS bagi orang miskin di kawasan Sub Sahara Afrika dan Asia Selatan. Pembiayaan mikro merupakan pinjaman dalam nominal yang kecil bagi orang miskin tanpa jaminan untuk pengembangan bisnis kecil, seperti kios makanan atau konveksi. Pembiayaan mikro mulai mendapat perhatian saat Muhammad Yunus, yang mendirikan Grameen Bank, memperoleh nobel perdamaian pada 2006. Grameen Bank memberikan pinjaman mikro rata-rata sebesar 100 dolar AS kepada orang miskin di Bangladesh. (*)

Copyright © ANTARA 2008