Jakarta (ANTARA) - Pengembang transportasi China, Qilu, bersama raksasa teknologi Huawei akan membangun jalan raya khusus sebagai arena uji coba kendaraan swakemudi (self-driving), untuk mengantisipasi perkembangan teknologi mobilitas Google, Tesla, dan Uber di masa depan.

Menurut laporan South China Morning Post yang mengutip Xinhua, Selasa, Qilu dan Xinhua akan membangun jalan raya sejauh 26 kilometer untuk pengujian swakemudi bersama operator telekomunikasi China Mobile, karena mobil swakemudi membutuhkan konektivitas yang kuat.

Baca juga: Huawei perkenalkan OS Harmony

Baca juga: Hampir 20 ribu menara pemancar telekomunikasi 5G berdiri di China


Laporan itu menyebutkan bahwa jalan raya itu akan memiliki tiga terowongan, satu jembatan, dan tiga pintu tol, yang akan dibuat menyerupai jalan raya pada umumnya.

Fasilitas yang disediakan antara lain sensor jalan, kamera pemantau, teknologi pemantai cuaca, dan rambu lalu-lintas yang diposisikan sesuai dengan posisi dan kemampuan mobil dalam menangkap gambar melalui radar dan kamera.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa proyek bertujuan "membangun pusat pengujian, penelitian, pengembangan dan inkubator untuk kendaraan tanpa pengemudi pada tahun 2023", yang melibatkan Huawei.

Sejalan proyek uji coba itu, Huawei juga berencana meluncurkan aplikasi peta sebagai alternatif Google Maps.

Baca juga: Tandingi Google Maps, Huawei akan luncurkan "Map Kit"

Baca juga: Presiden AS Donald Trump tak ingin berbisnis dengan Huawei

Pewarta: A069
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019