Kemenperin keluarkan dua Juknis LCGC

Selasa, 6 Agustus 2013 19:27 WIB | 17.759 Views
Kemenperin keluarkan dua Juknis LCGC
Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin, Budi Darmadi. (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akhirnya mengeluarkan dua petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program mobil murah dan hemat energi atau low cost and green car (LCGC).

"Sudah saya tandatangani," kata Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Budi Darmadi kepada ANTARA News, di Jakarta, Selasa.

Juknis tersebut tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Nomor 25/IUBTT)PER/7/2013 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga terjangkau.

Selain itu, dikeluarkan pula Peraturan Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Nomor 26/IUBTT/PER/7/2013 tentang Petunjuk Teknis Verifikasi Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau. Kedua peraturan Dirjen IUBTT Kemenperin tersebut ditandatangani pada 15 Juli 2013. Kedua peraturan itu berlaku sejak ditetapkan.

Pekan lalu, Budi Darmadi menjanjikan akan mengumumkan juknis tersebut awal Agustus (2/8).
(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2013

Mobil listrik Opel Ampera-e mampu menempuh jarak hingga 520 kilometer guna menjawab kecemasan sebagian besar pembeli terhadap kemampuan mobil elektrik.Mobil ...
Agen pemegang merek Nissan-Datsun di Indonesia, PT Nissan Motor Indonesia (NMI), mengumumkan lima pencapaian yang diraih program sosial mereka di bidang ...
Asosiasi pengrajin interior (trimmer), Indonesia Authorized Trimmer Summit (IATS), menggelar rapat kerja nasional tahunan kedua di Hotel Royal Tulip, Gunung ...
PT Toyota-Astra Motor (TAM) mendapatkan lima penghargaan dalam ajang Net Promoter Customer Loyalty Award 2017. Penghargaan ini diberikan bersasarkan riset ...
PT Honda Prospect Motor (HPM) menargetkan nilai ekspor komponen otomotifnya tumbuh menjadi Rp2,5 triliun tahun ini, yang berarti naik sedikit dari tahun 2016 ...