Esemka "perkenalkan diri" di Jakarta
Sabtu, 25 Februari 2012 15:21 WIB | Dilihat 3218 Kali
Kendaraan itu dikemudikan oleh Wakil Walikota Solo, Rudyatmo, dan akan diperkenalkan ke beberapa tempat di Jakarta. Selanjutnya, kendaraan plat merah bernomor polisi AD 1 A itu dijadwalkan mengikuti uji tes emisi di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Serpong, Tangerang, Jawa Barat.
Walikota Solo, Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi, yakin Esemka Rajawali akan lulus uji emisi maupun semua persyaratan lain dan akan segera diproduksi massal. Berikut wawancara ANTARANews dengan Jokowi di sela acara memperkenalkan Esemka, Sabtu.
Sudah berapa banyak pesanan Esemka ?
waiting list-nya sudah mencapai lebih dari 6.000 unit. Kalau nanti sudah diproduksi massal, saya jamin produksinya bisa tiga kali lipat.
Perbulan rencana produksinya berapa?
kira-kira 200 unit.
Soal komponen impor?
Dari awal kami sudah sebut 80 persen adalah komponen lokal, beri kami waktu 4 sampai 5 tahun, sudah 100 persen komponen dari dalam negeri. Impor tidak apa-apa, yang paling penting mereknya Indonesia. Prinsipnya harus Indonesia. Logikanya kan murah produksi lokal, misalnya knalpot, karena tidak kena biaya transport.
Bagaimana dengan merek-merek besar?
Kami bukan saingan kok. siapa yang bilang saingan? Esemka hanya produksi kecil-kecilan saja. Nggak usah dianggap sebagai saingan. Kami tidak berkompetisi..tapi kalau diajak berkompetisi kami siap..hehehe
Esemka dijuluki cikal bakal mobil nasional...
kan belum (sebagai mobil nasional). kalau nanti sudah selesai uji emisinya dan sudah berproduksi, baru nanti berbicara masalah mobil nasional.
Tapi gaungnya sudah menasional..?
ya itu salahnya yang mengekspose..ya harus bangga dong, produknya (bangsa) sendiri, dirakit sendiri oleh anak-anak kita sendiri, tidak bangga kebangeten.
Rencana ke depannya?
kita fokus sajalah dulu. Kita ini tidak ingin membangun sebuah gigantic manufaktur, manufaktur raksasa...tidak. Ini industri rakyat.
Bagaimana dengan rencana layanan purna jual?
Tahapan pertama kita jual di Solo raya dulu. jadi meng-handle-nya mudah. Menyiapkan purna jualnya mudah. dealer-nya mudah. setelah step itu terlalui..step yg kedua di jawa tengah..rampung baru masuk nasional.
(I026)
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2012
Komentar Pembaca




