Must Read

Rabu, 01/07/2015

Roy Suryo dan Koleksi Mercedes Benz

Jumat, 24 Desember 2010 09:15 WIB | 3.890 Views
Jakarta (ANTARA News) - Pemilik mobil klasik biasanya tidak menggunakan koleksinya untuk transportasi harian karena perawatan yang tidak mudah.

"Biasanya pemilik mobil klasik tidak akan menggunakan mobilnya untuk digunakan harian," Kata kolektor Mercedes Benz antik, Roy Suryo di OICC Show 2010 di Expo Center Balai Kartini.

Roy yang anggota DPR RI dan anggota PPMKI (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia ) mengemukakan nilai dan kondisi mobil klasik harus dijaga. Hal itu sulit jika kendaraan digunakan untuk sehari-hari. "Biaya perawatan mobil klasik juga berbeda-beda dan tidak mudah," katanya.

Dia mengungkapkan bahwa persoalan emisi juga menjadi perhitungan bagi pemilik mobil klasik. Menurut Roy, mobil kuno banyak yang masih membutuhkan bahan bakar yang mengandung timbal dan kini mereka terpaksa mencampurkan bahan kimia tertentu ke dalam bahan bakar agar bisa melumasi layaknya timbal agar mesin tetap terjaga.

Menurut dia konsumsi BBM mobil tua itu rata rata perbandingannya adalah 1:5 ,1:6, hingga 1:7.

Persoalan pengenaan pajak progresif dan pembatasan usia kendaraan dinilainya cenderung membuat orang untuk berbuat curang, yaitu dengan menggunakan nama orang lain seperti istri, anak dan cara-cara lain untuk menghindar.

"Saya penentang keras pembatasan usia kendaraan, seharusnya semakin tua semakin turun pajaknya," ujarnya.

Soal mengkoleksi Mercedes Benz, Roy mengatakan dia menyukai jenis-jenis kendaraan merk tersebut.

Ketika disinggung berapa koleksi mobil kuno yang ia miliki sekarang, ia enggan menyebutkan dan hanya mengatakan bahwa setiap bulan dirinya sering membayar pajak 7 hingga 8 unit dari oleksinya yang semua tersimpan di Yogyakarta.

Tapi, Roy bukan cuma melek mobil kuno. Dia mengaku bahwa ia sangat ingin memiliki mobil hybrid begitu juga dengan mobil listrik.

"Orang yang menggunakan mobil hybrid dan listrik itu adalah orang yang cinta terhadap lingkungan dan dari sisi teknologi sangat efisien dan ramah lingkungan," katanya. Namun soal infrastruktur pendukung, ia menilai masih diperlukan waktu.
(yud/A038/BRT)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2010

Sejumlah pengusaha mobil bekas di Kota Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan lesunya tingkat penjualan kendaraan menjelang Lebaran 2015. "Mungkin saat ini konsumen masih fokus ...
» Selanjutnya
Google, Kamis waktu setempat, mengatakan bahwa mobil prototipe swakemudianya telah menjajal jalan-jalan di kota Lembah Silikon, Mountain View, di mana perusahaan ini bermarkas ...
» Selanjutnya
Yamaha All New Byson Fuel Injection yang diluncurkan dengan harga Rp21,6 juta, ditargetkan terjual 2.000 unit per bulan, kata Executive Vice President ...
» Selanjutnya
Produsen ban kendaraan PT Bridgestone Tire Indonesia menegaskan tidak menargetkan penjualan dalam kampanye keselamatan Tire Safety 2015, selain hanya untuk meningkatkan kesadaran ...
» Selanjutnya
Baca Juga
Back to top