Wapres: Industri Otomotif Nasional Belum Kompetitif

Jumat, 23 Juli 2010 17:34 WIB | Dilihat 1849 Kali

Wapres Boediono didampingi Menteri Perindustrian MS Hidayat menaiki mobil saat berkunjung di boot Daihatsu pada pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) ke-18 di Jakarta International Expo , Kemayoran, Jumat (23/7). Pameran otomotif terbesar di tanah air itu berlangsung 23 Juli- 1 Agustus 2010 dengan target transaksi sebesar Rp2 trilliun. (ANTARA/Prasetyo Utomo)

Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono mengatakan, industri otomotof nasional hingga saat ini belum kompetitif dibandingkan industri serupa di negar-negara lain.

"Industri otomotif, telah lama dikembangkan di Tanah Air, namun hingga kini industri otomotif nasional belum mampu bersaing dengan pelaku industri otomotif mancanegara," katanya, saat membuka Pameran Otomotif Internasional (International Indonesia Motor Show/IIMS) di Jakarta, Jumat.

Wapres menegaskan, pelaku industri otomotif nasional belum mampu menjadi pemain handal di antara pelaku industri otomotif yang telah lama pula keberadaannya.

Boediono menekankan, pemerintah telah bertekad untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang baik dengan menetapkan pertumbuhan tujuh sampai delapan persen per tahun.

"Dengan catatan, situasi di dalam dan luar negeri kondusif, maka target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen per tahun bukan hal yang mustahil," katanya.

Wapres mengemukakan, sebelum krisis multidimensi pada 1998, Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 7 sampai 7,5 persen per tahun selama 32 tahun.

"Jarang ada negara dengan pertumbuhan ekonomi seperti itu dalam kurun waktu yang lama. Jadi, Indonesia pasti bisa mencapai pertumbuhan tersebut," katanya.

Pemerintah mengakui, masih banyak hambatan untuk mendorong industri otomotif nasional seperti belum memadainya sistem logistik nasional dan infrastruktur yang memadai, sehingga menyulitkan investor untuk membuka jaringan kerjanya di Indonesia, misalnuya untuk relokasi.

"Menjadikan industri otomotif nasional yang kompetitif merupakan pekerjaan rumah bagi kita semua, pemerintah berkewajiban dalam hal kebijakan menciptakan iklim usaha yang kondusif dan pembangunan sistem logistik nasional dan infrastruktur yang memadai, ketersediaan energi yang akan diperbaharui dan lainnya. Dengan itu semua, tidak ada alasan industri otomotif nasional untuk tidak maju," kata Boediono.

Indonesia, lanjut dia, harus mendorong industri otomotif nasional di semua tingkatan, mulai dari rancangan hingga produk akhir.

Wapres berharap melalui pameran tahunan bertaraf internasional, industri otomatif nasional dapat bangkit dan menjadi andalan bagi perekonomian nasional. (R018/B012)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2010

Kirim Komentar
Komentar Pembaca