Jakarta (ANTARA News) – Seorang CEO atau presiden direktur harus mampu menjadi panutan bagi para karyawannya dengan tidak ragu-ragu untuk turun ke lapangan.

“Sebagai CEO harus bisa menjadi panutan, harus mau mengambil tanggung jawab,” kata mantan Presiden Direktur Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan dalam peluncuran buku berjudul Rahasia Reputasi Toyota Indonesia, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, seorang atasan sudah sepantasnya mampu memberikan teladan. Semakin tinggi posisi, maka semakin berat tanggung jawabnya untuk memberikan teladan.

Menurut dia, bukanlah hal yang tabu bagi seorang pemimpin untuk turun ke bawah dan ikut melakukan berbagai pekerjaan anak buahnya secara detil jika memang diperlukan.

Dalam acara tersebut, ia membagikan kisah suksesnya memimpin TAM sejak 2002 hingga 2014. Walau menyandang jabatan sebagai presdir, ia tak ragu turun langsung ke departemen kehumasan dan menyusun program bersama tim.

Johnny berdiskusi dan merancang strategi yang akan dijalankan departemen kehumasan TAM untuk mencapai target. “Dalam diskusi, saya tidak berusaha memaksakan kehendak saya, tapi saya melontarkan masalah dimana saya mendorong para karyawan untuk menemukan solusi,” katanya.

Menurut dia, sebagai presdir, ia tidak serta merta memerintah kepada bawahan, tetapi dia berusaha menjelaskan visi misinya kepada bawahan sehingga visi misinya tersebut dapat dimengerti dan dilaksanakan dengan baik oleh para karyawan.

Bahkan ia pun tidak segan-segan mengobrol langsung dengan karyawannya di tingkat bawah.

Selama masa kepemimpinannya, Johnny berupaya menerapkan gaya kepemimpinan motivasional yang terlihat dengan adanya pemberian insentif dan berbagai kontes yang diadakan untuk meningkatkan kinerja karyawan. (*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2014