Must Read

Minggu, 26/10/2014

Lambo Sesto Elemento tidak masuk Indonesia

Rabu, 16 Januari 2013 18:52 WIB | 4.658 Views
Lambo Sesto Elemento tidak masuk Indonesia
Lamborghini Sesto Elemento. (Istimewa)
Jakarta (ANTARA News) - Lamborghini tidak akan memasukan model Lamborghini edisi terbatas Sesto Elemento ke Indonesia lantaran permasalahan harga dan regulasi pemerintah.

"Sesto Elemento belum akan masuk karena harganya yang mahal sekitar 1.6 juta dolas AS dan regulasi yang agak menghambat," kata Endy Kusumo, Chief Operating Officer PT Artha Auto Lamborghini Jakarta, APM merk Lamborghini di Indonesia, dalam jumpa media di Jakarta pada Rabu (16/1).

Endy mengatakan model Sesto Elemento lebih diincar para pelanggan collector Lamborghini karena model itu hanya diproduksi 20 unit di seluruh dunia.

"Sampai saat ini belum ada yang memesan, kalau tertarik pasti ada," katanya.

Model itu menggunakan mesin V10 berkapasitas 5,2 liter yang sanggup menghasilkan tenaga 570 tenaga kuda dan torsi 540 Nm (398 lb-ft).

Mesinnya dikawinkan dengan transmisi semi-otomatis enam-percepatan dan paddle shift yang mengirimkan tenaga ke semua mesin penggerak roda atau AWD seperti dikutip inautonews pada Selasa (8/1).

Akselerasinya 0 - 100 km/j hanya dalam 2.5 detik dan mencapai kecepatan puncak 350 km/j (217 mph).

(adm)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2013

Toshiba Corporation hari ini mengenalkan portfolio tambahan solusi untuk pasar otomotif melalui chip TC358791XBG, mendukung untuk multimedia resolusi tinggi (audio, video) dan ...
» Selanjutnya
Jakarta (ANTARA News) – Benelli TNT 1130 Café Racer punya satu kelebihan yang membuatnya berani mengklaim diri lebih nyaman dibandingkan moge lain."Para biker moge sering ...
» Selanjutnya
Biker petualang asal Manado, Mario Iroth, berhasil menempuh perjalanan sejauh 14.000 Km menjelajah bumi Indonesia Tengah dan Timur.Hobi "touring" tersebut berbuah perjalanan ...
» Selanjutnya
Sedan Sonata baru yang seharusnya membantu Hyundai Motor Co membalikkan keadaan dari penjualan lesu, ternyata justru mengawali dengan kelambatan di pasar utama Amerika ...
» Selanjutnya
Baca Juga
Back to top