Must Read

Sabtu, 04/07/2015

Lambo Sesto Elemento tidak masuk Indonesia

Rabu, 16 Januari 2013 18:52 WIB | 5.598 Views
Lambo Sesto Elemento tidak masuk Indonesia
Lamborghini Sesto Elemento. (Istimewa)
Jakarta (ANTARA News) - Lamborghini tidak akan memasukan model Lamborghini edisi terbatas Sesto Elemento ke Indonesia lantaran permasalahan harga dan regulasi pemerintah.

"Sesto Elemento belum akan masuk karena harganya yang mahal sekitar 1.6 juta dolas AS dan regulasi yang agak menghambat," kata Endy Kusumo, Chief Operating Officer PT Artha Auto Lamborghini Jakarta, APM merk Lamborghini di Indonesia, dalam jumpa media di Jakarta pada Rabu (16/1).

Endy mengatakan model Sesto Elemento lebih diincar para pelanggan collector Lamborghini karena model itu hanya diproduksi 20 unit di seluruh dunia.

"Sampai saat ini belum ada yang memesan, kalau tertarik pasti ada," katanya.

Model itu menggunakan mesin V10 berkapasitas 5,2 liter yang sanggup menghasilkan tenaga 570 tenaga kuda dan torsi 540 Nm (398 lb-ft).

Mesinnya dikawinkan dengan transmisi semi-otomatis enam-percepatan dan paddle shift yang mengirimkan tenaga ke semua mesin penggerak roda atau AWD seperti dikutip inautonews pada Selasa (8/1).

Akselerasinya 0 - 100 km/j hanya dalam 2.5 detik dan mencapai kecepatan puncak 350 km/j (217 mph).

(adm)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2013

Produsen ban kendaraan PT Bridgestone Tire Indonesia menegaskan tidak menargetkan penjualan dalam kampanye keselamatan Tire Safety 2015, selain hanya untuk meningkatkan kesadaran ...
» Selanjutnya
Yamaha All New Byson Fuel Injection yang diluncurkan dengan harga Rp21,6 juta, ditargetkan terjual 2.000 unit per bulan, kata Executive Vice President ...
» Selanjutnya
Google, Kamis waktu setempat, mengatakan bahwa mobil prototipe swakemudianya telah menjajal jalan-jalan di kota Lembah Silikon, Mountain View, di mana perusahaan ini bermarkas ...
» Selanjutnya
Di antara beragam penyebab kecelakaan lalu lintas saat mudik Lebaran, faktor kelalaian manusia merupakan salah satunya. Ketua Perhimpinan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), ...
» Selanjutnya
Baca Juga
Back to top