Must Read

Jumat, 19/12/2014

Permintaan Evoque naik, pabrik Land Rover 'ngelembur'

Kamis, 16 Agustus 2012 10:08 WIB | 6.978 Views
Permintaan Evoque naik, pabrik Land Rover 'ngelembur'
range rover evoque (ANTARA/Yudha)
Jakarta (ANTARA News) - Pabrik Jaguar Land Rover di Halewood, Inggris mulai mengoperasikan produksi selama 24 jam, pascaperekrutan karyawan sebanyak 1.000 orang pada Maret.

Pekerjaan 'ngelembur' yang pertama dalam 50 tahun sejarah Halewood itu untuk memenuhi tingginya permintaan global terhadap Range Rover Evoque.

Sejak diperkenalkan pada Juli 2011, Range Rover Evoque sudah terjual 88.000 unit di seluruh dunia.

Dengan penambahan 1.000 karyawan baru, jumlah karyawan Jaguar Land Rover kini sebanyak 4.500 orang. Mereka juga akan  memproduksi Model Land Rover Freelander 2.

Direktur Pabrik Halewood Richard mengatakan perpindahan produksi dalam tiga shift dan bekerja selama 24 jam sehari memungkinkan mempercepat pasokan Range Rover Evoque terbaru kepada pelanggan secara signifikan.

Direktur SDM Jaguar Land Rover Des Thurlby mengatakan, "Dengan 4.500 karyawan, pabrik ini telah tiga kali melipat gandakan tenaga kerjanya dalam tiga tahun dan jumlah tenaga kerja tertinggi dalam 20 tahun terakhir."

(adm)


Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Honda akan menampilkan ACURA NSX dan Honda FCV Concept di ajang North American International Auto Show (NAIAS) pada tanggal 12 Januari 2015 mendatang. Untuk pertama kalinya ...
» Selanjutnya
Ahooy Geboy, sebuah komunitas sepeda motor yang dipimpin dua aktor komedian, Jhody dan Edwin, merayakan ulang tahun pertamanya pada Kamis, 11 Desember kemarin.Pada peringatan ...
» Selanjutnya
PT General Motors Indonesia sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Chevrolet mengungkapkan penjualan Chevrolet Orlando yang cukup baik pada tahun 2014."Penjualan Orlando di luar ...
» Selanjutnya
  INFINITY Black Optic buatan INFINITY Window Film dari Amerika Serikat disebut-sebut sebagai kaca film mobil yang memberikan privasi lebih kepada perempuan pengendara ...
» Selanjutnya
Baca Juga
Back to top