Tantangan Mobnas listrik ada pada baterai

Rabu, 8 Agustus 2012 14:15 WIB | Dilihat 3203 Kali
Bandung (ANTARA News) - Indonesia berupaya memproduksi  baterai untuk mobil listrik nasional yang menurut rencana akan diluncurkan sebanyak 10 ribu unit pada 2018.

Menteri Ristek dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta usai membuka seminar internasional ke-10 Triple Helix di Bandung, Rabu, mengatakan baterai adalah satu-satunya komponen mobil listrik yang belum bisa diproduksi oleh Indonesia.

Baterei yang digunakan untuk prototipe mobil listrik nasional masih diimpor.  "Baterai itu memang impor, tetapi yang lainnya kita produksi sendiri di sini," ujarnya.

Perguruan tinggi di Indonesia, menurut Gusti, saat ini tengah melakukan penelitian untuk menghasilkan baterai mobil listrik sehingga teknologi produksi mobil listrik sepenuhnya bisa dikuasai oleh Indonesia.

"Itu peluang bagi Indonesia, bagi universitas, untuk meneliti baterai karena baterai ini yang masih belum maju sekali teknologinya bahkan di tingkat internasional sekali pun," ujarnya.

Enam perguruan tinggi yang mengerjakan peta jalan produksi mobil listrik nasional, lanjut Gusti, akan disatukan dalam satu pusat penelitian khusus bersama dengan berbagai lembaga penelitian di bawah Kementerian Riset dan Teknologi untuk memenuhi target produksi mobil listrik nasional pada 2018.

Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka menyatakan para peneliti dari fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam serta teknologi industri ITB saat ini tengah bekerja untuk menghasilkan baterei mobil listrik yang efisien dan berbobot ringan.

ITB, menurut Akhmaloka, saat ini sudah mampu merakit sendiri mobil listrik namun masih mendatangkan baterai dari China.

Mobil berbahan fiber yang bisa berjalan 100 kilometer dengan sekali pengisian baterei itu berbobot cukup berat sekitar 100 ton dengan setengah bobot berasal dari berat baterei.

"Karena itu sekarang kami sedang melakukan riset untuk menghasilkan baterai yang compact, berbobot ringan, tapi juga punya daya tahan lama," ujar Akhmaloka.

(D013)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Kirim Komentar
Komentar Pembaca