Pendapatan pengusaha otomotif merosot 30-40 persen pascakebijakan UM

Selasa, 7 Agustus 2012 07:19 WIB | Dilihat 2542 Kali
Pendapatan pengusaha otomotif merosot 30-40 persen pascakebijakan UM

Layanan pelanggan di Astra Credit Company (ACC) Jakarta, Senin (28/2). Hingga akhir tahun 2010 , ACC telah melayani pembiayaan 150 ribu unit mobil baru dan bekas dengan total nilai sebesar Rp20 trilliun. (ANTARA/Prasetyo Utomo)

Bekasi (ANTARA News) - Sejumlah pelaku usaha otomotif mengeluhkan penurunan pendapatan hingga 40 persen pascapemberlakuan kebijakan Uang Muka 30 persen yang ditetapkan Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan.

"Sejak aturan itu diberlakukan pada 15 Juni lalu, penjualan motor secara kredit kami turun antara 30 hingga 40 persen," ujar Kepala Cabang PT Daya Anugerah Mandiri (DAM) Kalimalang, Bekasi, Firman Hardiawan, di Bekasi, Selasa.

Menurut dia, penjualan motor secara kedit di tempatnya mendominasi transaksi hingga 70 persen, sedangkan sisanya membeli secara tunai.

"Aturan 30 persen uang muka yang ditetapkan itu sangat dirasakan imbasnya oleh masyarakat menengah ke bawah," ujarnya.

Firman mengaku terus meningkatkan kinerja tim pemasarannya dalam melakukan penjualan produk serta mengedukasi masyarakat mengenai aturan tersebut guna mengantisipasi turunnya penjualan akibat kebijakan baru itu.

"Selain itu, mental tim pemasaran kami juga kita perkuat dengan beragam aktivitas pelatihan. Masyarakatnya juga kita berikan edukasi tentang kebijakan itu," ujarnya.

Firman meyakini dampak kebijakan itu hanya bersifat sementara, karena para pelaku otomotif masih kaget dengan adanya pemberlakuan aturan tersebut.

"Apalagi, penjualan sepeda motor terbantu dengan masuknya bulan puasa dan Lebaran, di mana masyarakat pasti butuh kendaraan untuk transportasi," katanya. (AFR/S004)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Kirim Komentar
Komentar Pembaca