Must Read

Rabu, 08/07/2015

Prof Norsanie: hargai mobil listrik karya anak bangsa

Selasa, 17 Juli 2012 08:39 WIB | 0 Views
Prof Norsanie: hargai mobil listrik karya anak bangsa
Dahlan Iskan naik prototipe mobil elektrik (ANTARA/Andika Wahyu)
Palangka Raya (ANTARA News) - Mobil listrik dan sejumlah hasil karya sejenis ciptaan putra-putri Indonesia merupakan produk dalam negeri yang perlu dihargai masyarakat negeri ini, kata Prof Norsanie Darlan di Palangka Raya, Selasa.

Guru besar Universitas Palangka Raya (Unpar) itu mengatakan, banyak karya anak bangsa yang patut dihargai seperti mobil listrik "Lets Green & Go Electric" yang diujicoba Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan Senin (16/7) kemarin.

"Sebagai bangsa besar, kita harus berani mengubah persepsi, yang semula menjadi konsumen produk luar negeri menjadi konsumen produk dalam negeri," kata dosen program pascasarjana S-2 Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Unpar tersebut.

Ini merupakan sejarah baru di bidang otomotif hasil karya putri-putri Indonesia. Mobil listrik berlebel "Lets Green & Go Electric" ini dinilai dapat membantu mengurangi potensi yang bisa merusak lingkungan dan kesehatan.

Sebelumnya, sudah ada sejumlah SKM yang memproduk kendaraan serupa, namun bukan mobil listrik seperti SMK Magelang, EMK Taruna di Jawa Barat (Jabar) dan mobil Esemka Solo yang menjadi isu nasional beberapa bulan lalu.

"Kita berharap semua hasil karya anak bangsa dihargai tanpa cela. Jangan dinilai negatif seperti yang terjadi selama ini. Kalau penilaian negatif dikedepankan terhadap produk anak bangsa seperti dulu, kita khawatir pasarnya terus dikuasai produk luar negeri," katanya.

Pengalaman masa lalu sudah menjadi kenyataan. Semua anak bangsa masih ingat soal pesawat karya cipta anak bangsa yang tergabung dalam IPTN, yang akhirnya tidak berjalan maksimal akibat "ketidakpercayaan" pada bangsa sendiri.

"Sebenarnya, sekecil apapun hasil karya anak bangsa harus kita hargai. Siapa lagi yang menghargai hasil karya anak bangsa kalau bukan kita sendiri, termasuk produk mobil nasional seperti mobil listrik dan Esemka itu," katanya.

Norsanie mengatakan, sebenarnya berdirinya industri pesawat terbang Nortanio (IPTN) ikut mengangkat harkat dan martabat bangsa, tapi karena ada yang dengan nada tertentu meremehkan karya cipta dirgantara anak bangsa akhirnya tinggal "kenangan".

"Bila kita menelaah sejarah anak bangsa, Nurtanio adalah putra kelahiran Kalimantan Selatan. Tapi kenapa nama perusahaan yang menabalkan nama putra bangsa kelahiran Kalimantan Selatan itu diubah menjadi nama lain," kata Norsanie dengan nada tanya. (S019)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) targetkan pelanggan yang menggunakan fasilitas program tahunan "Suzuki Peduli Mudik 2015" akan naik 20 persen dari 5.106 pelanggan pada 2014 ...
» Selanjutnya
Yamaha All New Byson Fuel Injection yang diluncurkan dengan harga Rp21,6 juta, ditargetkan terjual 2.000 unit per bulan, kata Executive Vice President ...
» Selanjutnya
Produsen ban kendaraan PT Bridgestone Tire Indonesia menegaskan tidak menargetkan penjualan dalam kampanye keselamatan Tire Safety 2015, selain hanya untuk meningkatkan kesadaran ...
» Selanjutnya
PT Mazda Motor Indonesia (MMI) bekerja sama dengan PT Shell Indonesia hari ini meluncurkan program bertajuk "Mazda Fuelthanks" yang memberikan keuntungan bagi para pengguna Mazda ...
» Selanjutnya
Baca Juga
Back to top