Must Read

Selasa, 09/02/2016

KIA tarik 72.600 mobil Rio di Amerika

Rabu, 6 Juni 2012 09:48 WIB | 9.992 Views
KIA tarik 72.600 mobil Rio di Amerika
Ilustrasi (ANTARA News/Istimewa)
Washington (ANTARA News) - Pembuat mobil Korea Selatan Kia menarik sekitar 72.600 mobil model kecil Rio, karena kesalahan yang dapat menyebabkan penyebaran (pengembangan) sebuah kantong udara (airbag) berbahaya kepada anak, kata pejabat keselamatan AS, Selasa.

Mobil Rio yang dibuat antara 2006 hingga 2008 terkena penarikan (recall) tersebut, kata Badan Keselamatan Transportasi Jalan Raya Nasional AS (NHTSB).

Dikatakan sensor di kursi penumpang depan dirancang untuk mencegah airbag dari penyebaran jika penghuninya adalah anak kecil bisa gagal karena retak.

Kegagalan bisa berarti "bahwa sistem tidak akan dapat mendeteksi apakah seorang penumpang anak kecil di kursi dan airbag akan menyebar selama tabrakan."

Kekuatan airbag keluar dengan cepat telah terbukti sangat berbahaya dan bahkan mematikan bagi anak-anak kecil di kursi depan kendaraan, sehingga memerlukan penggunaan sensor.

Kia mengatakan, pihaknya akan mengingatkan pemilik Rio yang terkena masalah tersebut dan mengganti alat sensornya secara gratis.
(A026)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Galeri Foto Terkait
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, meminta penyelenggara pameran otomotif Gaikindo ...
» Selanjutnya
Perilaku untuk menjaga kelestarian lingkungan rupanya memang tak terbersit di benak pengguna kendaraan bermotor di Indonesia.Hal itu diungkapkan Pemasaran Bahan Bakar Minyak ...
» Selanjutnya
Kenalkan rombakan Volkswagen Kombi ini.  Pernah menjadi favorit hippie, minivan ini bertransformasi menjadi kendaraan listrik masa depan yang terkoneksi.BUDD-e, disingkapkan ...
» Selanjutnya
Ferrari dari kantor pusatnya di Maranello, Italia, Selasa, mengumumkan peluncuran Ferrari GTC4 Lusso, satu “trah” baru Ferrari empat kursi yang menandakan perubahan besar ...
» Selanjutnya
Baca Juga
Back to top