Must Read

Rabu, 06/05/2015

KIA tarik 72.600 mobil Rio di Amerika

Rabu, 6 Juni 2012 09:48 WIB | 8.754 Views
KIA tarik 72.600 mobil Rio di Amerika
Ilustrasi (ANTARA News/Istimewa)
Washington (ANTARA News) - Pembuat mobil Korea Selatan Kia menarik sekitar 72.600 mobil model kecil Rio, karena kesalahan yang dapat menyebabkan penyebaran (pengembangan) sebuah kantong udara (airbag) berbahaya kepada anak, kata pejabat keselamatan AS, Selasa.

Mobil Rio yang dibuat antara 2006 hingga 2008 terkena penarikan (recall) tersebut, kata Badan Keselamatan Transportasi Jalan Raya Nasional AS (NHTSB).

Dikatakan sensor di kursi penumpang depan dirancang untuk mencegah airbag dari penyebaran jika penghuninya adalah anak kecil bisa gagal karena retak.

Kegagalan bisa berarti "bahwa sistem tidak akan dapat mendeteksi apakah seorang penumpang anak kecil di kursi dan airbag akan menyebar selama tabrakan."

Kekuatan airbag keluar dengan cepat telah terbukti sangat berbahaya dan bahkan mematikan bagi anak-anak kecil di kursi depan kendaraan, sehingga memerlukan penggunaan sensor.

Kia mengatakan, pihaknya akan mengingatkan pemilik Rio yang terkena masalah tersebut dan mengganti alat sensornya secara gratis.
(A026)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Galeri Foto Terkait
Honda memperkenalkan Concept D di ajang Shanghai Auto Show 2015.Mobil konsep tersebut adalah crossover masa depan yang ditujukan secara ekslusif untuk pasar otomotif ...
» Selanjutnya
Hankook Tire untuk pertama kalinya masuk ke segmen pabrikan premium dengan memasok ban berperforma tinggi (UHP) untuk mobil buatan Jerman, Porsche Macan, terbaru.Ban Hankook ...
» Selanjutnya
Toyota Indonesia dan grupnya berhasil memenuhi permintaan ekspor kendaraan bermerek Toyota dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU) sebesar 44.000 unit atau naik 30,3 ...
» Selanjutnya
Perusahaan konsumer otomotif PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk bersama Forum Wartawan Otomotif menggelar kampanye aman berkendara dalam rangka memperingati Hari Transportasi ...
» Selanjutnya
Baca Juga
Back to top