Must Read

Minggu, 26/10/2014

KIA tarik 72.600 mobil Rio di Amerika

Rabu, 6 Juni 2012 09:48 WIB | 7.940 Views
KIA tarik 72.600 mobil Rio di Amerika
Ilustrasi (ANTARA News/Istimewa)
Washington (ANTARA News) - Pembuat mobil Korea Selatan Kia menarik sekitar 72.600 mobil model kecil Rio, karena kesalahan yang dapat menyebabkan penyebaran (pengembangan) sebuah kantong udara (airbag) berbahaya kepada anak, kata pejabat keselamatan AS, Selasa.

Mobil Rio yang dibuat antara 2006 hingga 2008 terkena penarikan (recall) tersebut, kata Badan Keselamatan Transportasi Jalan Raya Nasional AS (NHTSB).

Dikatakan sensor di kursi penumpang depan dirancang untuk mencegah airbag dari penyebaran jika penghuninya adalah anak kecil bisa gagal karena retak.

Kegagalan bisa berarti "bahwa sistem tidak akan dapat mendeteksi apakah seorang penumpang anak kecil di kursi dan airbag akan menyebar selama tabrakan."

Kekuatan airbag keluar dengan cepat telah terbukti sangat berbahaya dan bahkan mematikan bagi anak-anak kecil di kursi depan kendaraan, sehingga memerlukan penggunaan sensor.

Kia mengatakan, pihaknya akan mengingatkan pemilik Rio yang terkena masalah tersebut dan mengganti alat sensornya secara gratis.
(A026)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Galeri Foto Terkait
Sepeda motor bahan bakar gas (BBG) yang dikembangkan peneliti Universitas Surya, Serpong Tangerang Banten diklaim pembuatnya aman."Selama proses penelitian bertahun-tahun, kami ...
» Selanjutnya
Jakarta (ANTARA News) – Benelli TNT 1130 Café Racer punya satu kelebihan yang membuatnya berani mengklaim diri lebih nyaman dibandingkan moge lain."Para biker moge sering ...
» Selanjutnya
Perusahaan otomotif asal India, Tata Motors, menampilkan mobil konsep compact Sport Utility Vechicle (SUV) Nexon selama IIMS 2014 di Jakarta."Nexon merupakan compact SUV yang ...
» Selanjutnya
Sedan Sonata baru yang seharusnya membantu Hyundai Motor Co membalikkan keadaan dari penjualan lesu, ternyata justru mengawali dengan kelambatan di pasar utama Amerika ...
» Selanjutnya
Baca Juga
Back to top