Jangan main-main dengan suku cadang
Selasa, 20 September 2011 04:02 WIB | Dilihat 4356 Kali
BMW mendatangkan pakar suku cadang, Yip Chee Choon, ke Jakarta sebagai bagian dari kampanye menggunakan suku cadang asli.
Dalam kampanye BMW Group Brand Protection, Yip Chee Choon mengemukakan berbagai perbedaan suku cadang asli dan palsu, salah satunya filter udara.
Filter udara yang asli tidak akan terbakar meskipun terkena api. Filter itu mengandung penolak dan pelapis anti-api sedangkan yang palsu langsung terbakar.
"Filter udara asli jika dimasuki air maka kondisinya akan terlihat tetap rapi tapi kalau yang palsu akan mudah rusak. Saat banjir kemungkinan mogok sangat besar." Kata pakar asal Singapura itu. Dia mengingatkan dimensi dan ukuran produk palsu berbeda dari yang asli.
Demikian pula pada suku cadang filter oli. Uji coba dengan merendam suku cadang itu dalam oli panas selama 500 jam menghasilkan yang palsu pecah dan hancur sedangkan yang asli tetap utuh.
"Yang asli menyaring 100 persen sementara yang palsu hanya sebagian saja sehingga kotoran bisa masuk." katanya.
velg palsu
Yip mengutarakan ada temuan mengenai velg palsu pada BMW seri M. Yang palsu berukuran 8"x18" sementara yang asli 9.5" x 19".
Saat tes 70 persen cornering/belok, pengujian sebanyak 100 ribu kali pada velg asli tidak menimbulkan perubahan sedangkan yang palsu pada 5 ribu kali belok sudah terlihat retakan.
"Pada pengujian 100 persen cornering, hanya 3 ribu kali saja velg palsu sudah retak. Ini sangat jauh sekali dengan kualitas BMW asli," kata Yip.
Pengujian lain dilakukan dengan beban 158 kg yang dijatuhkan dari ketinggian 2 meter (menganalogikan ketahanan velg saat melewati jalan rusak). Velg palsu langsung rusak dan pecah sedangkan yang asli hanya sedikit bengkok dan tidak membahayakan pengendara..
BMW juga melakukan pengujian terhadap cakram rem palsu. Pada kecepatan tinggi dilakukan pengereman mendadak dan cakram yang palsu langsung pecah.
"Yang palsu sangat mirip, hingga ke nomor suku cadangnya, yang membedakannya adalah ketebalannya. Dari hasil uji kinerja terlihat jelas, cakram palsu hancur setelah dipakai 52 kali," ungkap Yip.
Sementara itu, BMW AG product management department, Nicole Spila, dalam kesempatan itu mengemukakan bahwa BMW telah mengelaborasi organisasi anti-pembajakan produk.
"Di BMW group ada divisi yang bekerja untuk hal ini."Kami juga melakukan demo cara membedakan part asli dan palsu, ini bukan semata-mata demi memerangi pembajakan melainkan untuk keselamatan para konsumen," katanya.
Nicole juga mengungkapkan konsumen bisa membedakan suku cadang asli atau palsu dari kualitas, harga dan kemasan. "Jika harganya terlalu murah kita patut curiga," kata Nicole.
(yud)
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2011
Komentar Pembaca




